Home / Daerah / Internasional / Nasional / Nasional / News

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:24 WIB

Dunia Pendidikan Dinilai Tak Relevan Lagi

EksisJambi.com – Kita menghabiskan waktu lebih dari 16 tahun di dunia pendidikan: 12 tahun di bangku sekolah, 4 tahun (atau lebih) di perguruan tinggi. Kita diajarkan rumus-rumus, teori ekonomi, hukum fisika, hafalan sejarah, hingga menulis skripsi setebal ratusan halaman. Tapi setelah lulus… justru banyak dari kita yang harus mulai dari nol. Pekerjaan yang tersedia ternyata tak memerlukan sebagian besar dari yang kita pelajari.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan fakta yang mencemaskan: lebih dari 58% lulusan perguruan tinggi di Indonesia bekerja di luar bidang keilmuannya. Bahkan, lebih dari 50% lulusan SMK tidak terserap dunia kerja alias menganggur.

Laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2024 menyebutkan bahwa Indonesia sedang mengalami mismatch besar-besaran antara sistem pendidikan dan kebutuhan industri. Mismatch ini terjadi secara vertikal — ketika tingkat pendidikan terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk posisi yang ada — dan secara horizontal, ketika jurusan yang ditempuh tidak sesuai dengan jenis pekerjaan.

Baca Juga :  Beasiswa Sungai Penuh Juara 2026 Dibuka, Pendaftaran Gratis hingga 20 Mei 2026

Ironi semakin terasa ketika survei Kita lulus Populix (2024) mengungkapkan bahwa 46% perusahaan di Indonesia justru mengaku kesulitan mencari tenaga kerja yang cocok. Di satu sisi, jutaan lulusan baru muncul setiap tahun. Di sisi lain, industri tetap berkata: “Tak ada yang sesuai.”

Mengapa Ini Bisa Terjadi? Karena sistem pendidikan kita masih terjebak di masa lalu. Sekolah dan kampus masih mendidik siswa untuk menghadapi soal ujian, bukan tantangan dunia nyata. Kita lebih fokus mengejar nilai daripada membangun kompetensi. Lebih sibuk menghafal teori daripada memahami cara berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif.

Baca Juga :  Capaian Kinerja Program Tahun 2021 di Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh

Saatnya Pendidikan Berubah Pakar pendidikan menyerukan perubahan radikal. Kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan dunia industri yang terus berubah. Guru dan dosen harus bergeser dari pengajar pasif menjadi fasilitator eksplorasi. Siswa perlu belajar bukan hanya pelajaran, tapi juga keterampilan lintas bidang seperti komunikasi, literasi digital, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Pendidikan Indonesia hanya akan relevan jika mampu membuat peserta didik tidak hanya pintar, tetapi juga siap berdaya. Karena di era yang serba cepat dan tak pasti ini, yang dibutuhkan bukan sekadar ijazah, melainkan kapasitas untuk beradaptasi dan bertumbuh. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI Usai Penggeledahan Kafe deClan Signature

News

Nomor 2 Angka Keramat Simpatisan Masa Dillah Hich – Muslimin Tanja Riang Gembira
Mobile legends Terbaru hari ini

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 27 Maret 2026, Klaim Hadiah Gratis 

Daerah

Wawako Antos Pantau Kondisi Tanjung Bajure Pasca Pembersihan
redeem code FC Mobile terbaru

Daerah

Berburu Keuntungan Gratis! Kode Redeem FC Mobile 7 Januari 2026 

Bangko

Para Khafilah Merangin Disambut di Rumah Dinas Bupati
kesiapsiagaan bencana

Daerah

Cuaca Ekstrem Mengintai, Pemerintah Pusat–Daerah Diminta Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Indonesia mencatat kemajuan swasembada pangan 2026

News

Indonesia Menuju Swasembada Pangan 2026, 7 Komoditas Strategis Tak Lagi Bergantung Impor