Tangerang, http://Eksisjambi.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendorong pengelola Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 untuk menghadirkan layanan free tour bagi penumpang transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Program ini di nilai strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Provinsi Banten kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Evita, jarak PIK 2 yang hanya sekitar 15 menit dari Bandara Soekarno-Hatta menjadi keunggulan tersendiri. Konsep free tour tersebut dapat meniru praktik sukses yang telah di terapkan di Singapura, di mana penumpang transit di ajak berkeliling destinasi unggulan sebelum melanjutkan perjalanan.
“Dengan waktu transit yang cukup, wisatawan bisa di ajak menikmati destinasi unggulan PIK 2. Ini bukan hanya promosi kawasan, tapi juga etalase pariwisata Banten di mata dunia,” ujar Evita.
Selain inovasi wisata, Evita juga menekankan pentingnya inklusivitas kawasan wisata. Ia meminta agar pengembangan PIK 2 tidak terkesan eksklusif dan tetap memberi ruang luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk kehadiran sentra kuliner dengan harga terjangkau.
“UMKM dan kuliner rakyat harus mendapat tempat. Jangan sampai kawasan wisata berkembang, tetapi masyarakat lokal justru tersisih. Manfaat ekonomi harus benar-benar di rasakan oleh warga sekitar,” tegasnya.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), PIK 2 juga didorong memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. Evita menilai, salah satu langkah konkret yang dapat di lakukan adalah mendorong hotel-hotel internasional di kawasan tersebut untuk menggunakan dan memasarkan produk UMKM lokal, mulai dari makanan, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya.
Komisi VII DPR RI, yang membidangi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal sinergi antara investasi besar dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Pengembangan kawasan wisata, menurut Evita, harus sejalan dengan prinsip pemerataan manfaat dan penguatan ekonomi nasional.
“Pariwisata yang kuat adalah pariwisata yang melibatkan masyarakat. Investasi harus tumbuh, tetapi ekonomi rakyat juga harus ikut naik,” pungkasnya.**







