JAKARTA ,http://Eksisjambi.com – Indonesia resmi menerima tiga unit jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis sebagai pengiriman perdana dari total kontrak pembelian 42 unit pesawat tempur. Kedatangan ini menandai babak baru penguatan alutsista TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam rangka modernisasi pertahanan nasional.
Berdasarkan laporan Reuters, ketiga jet tempur Rafale tersebut telah di serahkan kepada TNI AU dan di tempatkan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau. Penempatan ini merupakan bagian dari tahap awal integrasi operasional pesawat tempur generasi terbaru tersebut.
Kontrak pembelian 42 unit Rafale antara Indonesia dan Prancis memiliki nilai total sekitar Rp130 triliun, atau setara dengan US$8 miliar. Kesepakatan strategis ini telah di sepakati sejak 2022 sebagai bagian dari program besar modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU.
Jet tempur Dassault Rafale di kenal sebagai pesawat tempur multirole generasi 4,5 yang memiliki kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Pesawat ini di lengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA), sistem peperangan elektronik canggih, serta kemampuan operasi di berbagai skenario medan tempur modern.
Kehadiran Rafale di jajaran TNI AU di harapkan mampu meningkatkan daya tangkal pertahanan udara nasional, khususnya di wilayah barat Indonesia yang memiliki posisi strategis dalam konteks geopolitik dan keamanan regional.
Selain pengadaan pesawat, kontrak Rafale juga mencakup pelatihan pilot dan teknisi, dukungan logistik, hingga skema pemeliharaan jangka panjang untuk memastikan kesiapan operasional armada secara berkelanjutan.
Pemerintah menyatakan bahwa pengiriman unit Rafale berikutnya akan di lakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem pendukung lainnya di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Dengan kedatangan Rafale, Indonesia semakin menegaskan komitmennya dalam membangun kekuatan pertahanan udara yang modern, profesional, dan mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.*”







