Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 8 Juni 2026 - 08:47 WIB

Gempa Besar Mindanao Filipina Picu Kerusakan dan Ancaman Tsunami

Oplus_131072

Oplus_131072

 Filipina, http://Eks8sjambi.com  –  Gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin pagi (8/6/2026) memicu kerusakan di sejumlah daerah terdampak serta memunculkan ancaman tsunami bagi beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data berbagai lembaga pemantau gempa, magnitudo gempa tercatat berbeda-beda. USGS melaporkan gempa berkekuatan M7,8, BMKG mencatat M7,7, PHIVOLCS Filipina melaporkan M7,0, sementara Meteorological Department Malaysia mencatat M7,9. Perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi pada fase awal analisis gempa karena penggunaan metode dan parameter pengukuran yang berbeda.

Gempa terjadi sekitar pukul 07.37 WITA dengan pusat gempa berada di kawasan laut dekat Mindanao. Getaran kuat di rasakan di sejumlah wilayah Filipina bagian selatan dan bahkan hingga Sulawesi Utara serta Maluku Utara di Indonesia.

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan dampak gempa yang cukup signifikan. Rekaman memperlihatkan bangunan yang sedang dalam tahap konstruksi berguncang hebat, crane bergerak akibat getaran kuat, hingga kerusakan pada beberapa bangunan dan fasilitas umum.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Hadiri Pemakaman Mendiang Hj.Djasri Murni

Laporan awal dari wilayah Sarangani dan General Santos di Filipina menyebutkan adanya retakan pada sejumlah bangunan, gangguan pasokan listrik, serta pemadaman sementara. Beberapa warga di laporkan mengalami kepanikan saat gempa terjadi, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam jumlah besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut.

BMKG mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 dengan parameter:

  • Waktu: 8 Juni 2026 pukul 07.37.42 WITA
  • Lokasi: 5,79 LU – 125,14 BT
  • Pusat gempa: 244 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
  • Kedalaman: 47 kilomete

Status berpotensi tsunami masih di berlakukan untuk sejumlah wilayah Indonesia hingga adanya pembaruan resmi dari BMKG.

Baca Juga :  Wako Alfin Resmi Kukuhkan 30 Anggota Paskibraka Kota Sungai Penuh

Otoritas Filipina telah mengimbau masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) juga menyatakan gelombang tsunami hingga beberapa meter berpotensi terjadi di wilayah Filipina, sementara gelombang yang lebih kecil dapat mencapai sebagian wilayah pesisir Indonesia dan Malaysia.

Masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan daerah lain yang masuk dalam area peringatan di minta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah dan instansi terkait saat ini masih melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas tsunami serta dampak kerusakan yang di timbulkan oleh gempa besar tersebut. Sumber : info Gempa Dunia.**

Share :

Baca Juga

Pimpinan DPRD kota sungai penuh dan Kejari

Daerah

Pimpinan DPRD sambut Silaturahmi Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh
Bupati kerinci dan WAKO Sungai Penuh

Advertorial

Wako Alfin & Bupati Monadi Tinjau Pemberkasan PPPK di Polres Kerinci

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Hadiri Dan Sekaligus Menjadi Irup Hari Amal Bakti Ke- 77 Kementerian Agama RI

Daerah

Pekanbaru dan Dumai Jadi Dua Pilar Utama Penggerak Ekonomi Provinsi Riau
Menkeu Purbaya

Daerah

Menkeu Bongkar Uang Negara Rp285,6 Triliun Nganggur di Deposito
KRI Brawijaya-320

Internasional

KRI Brawijaya-320 Canggih Resmi Perkuat Armada TNI AL

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Secara Resmi Buka Kegiatan Pembinaan Dan Pendampingan SAKIP

Advertorial

Gercep ! Hari Pertama Wabup Muslimin Ngantor, Bupati Dillah Hich Sempatkan Menyapa dari Magelang