Sumbar, http://Eksisjambi.com – Gunung Marapi yang berada di wilayah Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Meski tinggi kolom abu tidak teramati secara pasti, letusan tersebut terlihat jelas dari sejumlah wilayah di Kota Bukittinggi dan sekitarnya.
Berdasarkan laporan pengamatan, kolom abu vulkanik tampak membumbung ke udara dan dapat di saksikan dari berbagai titik, termasuk kawasan by pass Bukittinggi. Fenomena ini menarik perhatian warga yang sempat berhenti untuk mengamati aktivitas gunung api tersebut.
Secara instrumental, erupsi Gunung Marapi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 24,3 milimeter dan durasi sekitar 35 detik. Aktivitas ini menunjukkan masih adanya dinamika magma di dalam tubuh gunung.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Pihak berwenang mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan agar tidak mendekati atau melakukan aktivitas di dalam radius yang telah direkomendasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana juga di minta untuk tetap tenang, waspada terhadap potensi erupsi susulan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari instansi terkait guna menghindari dampak yang tidak di inginkan.**







