Home / Internasional / Nasional / News

Selasa, 7 Oktober 2025 - 10:00 WIB

Gunung Merapi Alami 17 Guguran Lava, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Gunung Merapi

Gunung Merapi

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan dari laman resmi Magma Indonesia, hasil pengamatan visual pada Senin, 6 Oktober 2025, periode pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, menunjukkan sejumlah aktivitas erupsi dan guguran lava pijar dari puncak gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.

Dalam laporan tersebut, Gunung Merapi tampak jelas hingga tertutup kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, setinggi 100-150 meter dari puncak. Selain itu, tercatat 17 kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Baca Juga :  Waspada Tanda-Tanda Kecil: Pelajaran Hidup dari Hal Sederhana

Sementara kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi pada hari yang sama terpantau cerah hingga berawan dengan angin tenang ke arah barat. Suhu udara berada pada kisaran 16 hingga 27,4 derajat Celsius, dengan kelembaban udara antara 48,9-99,9%, serta tekanan udara tercatat antara 874,4-919,9 mmHg.

Dari hasil pengamatan seismik, aktivitas kegempaan juga terbilang tinggi. Tercatat 81 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–19 mm dan durasi 31,17-198,53 detik. Selain itu, terjadi 107 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 1-30 mm, waktu S-P antara 0,3-0,8 detik, dan durasi 11,19-67,22 detik. Tidak hanya itu, juga terdeteksi 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 19 mm dan durasi 23,38 detik.

Baca Juga :  Terima Rekomendasi LKPJ Tahun 2022, Al Haris Sebut akan Segera Lakukan Evaluasi

Hingga kini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung, terutama di sektor selatan sampai barat daya, seperti Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Boyong, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya guguran lava dan awan panas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan intensif dan mengingatkan agar warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3-7 kilometer dari puncak, sesuai dengan rekomendasi yang berlaku.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketua Forum Non ASN RI Kritik Penundaan Pengangkat  CPNS dan PPPK 

Daerah

Presiden Prabowo: 80 Tahun Merdeka, Indonesia Harus Mandiri

Advertorial

JK : PLTA Kerinci akan Beroperasi Bulan Maret 2025 Lebih Cepat dari Target

Advertorial

Wabub Tanjab Barat Terima Kunjungan Audiensi Dari Tanoto Foundation Dalam Rangka Ketercapaian Program Pintar
Martayadi Tajuddin

Daerah

Framing Media dan Ujian Kepemimpinan Daerah di Tengah Krisis Fiskal

Advertorial

SEKDA Zainal Efendi Hadiri Pelantikan Wakil Ketua DPRD Kerinci

Advertorial

Gubernur Alharis Launching Repeater GSM di Kawasan Muara Imat
Aksi Protes Di Washington DC

Internasional

Trump Ancam Berlakukan Darurat Nasional di Washington D.C