YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan dari laman resmi Magma Indonesia, hasil pengamatan visual pada Senin, 6 Oktober 2025, periode pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, menunjukkan sejumlah aktivitas erupsi dan guguran lava pijar dari puncak gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Dalam laporan tersebut, Gunung Merapi tampak jelas hingga tertutup kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, setinggi 100-150 meter dari puncak. Selain itu, tercatat 17 kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Sementara kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi pada hari yang sama terpantau cerah hingga berawan dengan angin tenang ke arah barat. Suhu udara berada pada kisaran 16 hingga 27,4 derajat Celsius, dengan kelembaban udara antara 48,9-99,9%, serta tekanan udara tercatat antara 874,4-919,9 mmHg.
Dari hasil pengamatan seismik, aktivitas kegempaan juga terbilang tinggi. Tercatat 81 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–19 mm dan durasi 31,17-198,53 detik. Selain itu, terjadi 107 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 1-30 mm, waktu S-P antara 0,3-0,8 detik, dan durasi 11,19-67,22 detik. Tidak hanya itu, juga terdeteksi 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 19 mm dan durasi 23,38 detik.
Hingga kini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung, terutama di sektor selatan sampai barat daya, seperti Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Boyong, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya guguran lava dan awan panas.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan intensif dan mengingatkan agar warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3-7 kilometer dari puncak, sesuai dengan rekomendasi yang berlaku.(*)







