Lumajang,http://Eksisjambi.com – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Hingga Minggu, 8 Februari 2026 pukul 22.40 WIB, secara visual terpantau terjadi letusan sekunder disertai awan panas dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Peristiwa ini di awali suara gemuruh menggelegar yang terdengar jelas sejak pukul 20.13 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat tiga kali letusan yang berpotensi menimbulkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah sekitar. Arah sebaran abu lebih dominan ke utara dan barat laut, mengikuti arah angin saat kejadian.
Selain itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 1.000 meter dari puncak. Material vulkanik juga teramati mengalir sepanjang aliran Besuk Kobokan dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter.
Meski demikian, hingga laporan ini disusun, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat aktivitas tersebut. Pihak berwenang menegaskan bahwa letusan ini tidak berpotensi membahayakan secara langsung, namun tetap memerlukan kewaspadaan.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat tidak direkomendasikan melakukan aktivitas dalam radius 50 meter dari bibir aliran lahar Gunung Semeru, khususnya di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak gunung. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari risiko paparan material vulkanik maupun potensi guguran lanjutan.
Petugas gabungan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif dan meminta warga untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya, serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.**







