Home / Advertorial / Daerah / Kerinci / Kota Sungai Penuh / News

Minggu, 19 November 2023 - 20:24 WIB

H. Nasrun Madin : Persoalan STIA-NUSA Sungai Penuh Kerinci Kembalikan ke Yayasan Masyarakat

Eksisjambi.com- Kisruh yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Nusantara -Nusantara Sakti (STIA – NUSA) Sungai Penuh Kerinci terus berlanjut dan belum menemukan titik terang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di STIA-NUSA Sungai Penuh Kerinci. Plt. Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Sakti Alam (YPTSA) Kerinci Sri Eliyanti, S.Ag, M.PdI adalah seorang PNS yang harus menjalankan nilai-nilai etika PNS dengan tidak membuat keputusan yang menyebabkan kegaduhan.

Pemberhentian Eliyusnadi sebagai Ketua STIA-NUSA secara sepihak tanpa mempedomani pancasila ke 4 tentang musyawarah mufakat dengan senat, dan tidak berpedoman pada Statuta STIA Nusa tahun 2021.(19/11/23).

Sementara itu, Pengurus yayasan adalah sekeluarga, Pembina Damrat, Atma, Noferdiman (Hubungan ayah dan anak dari cupak). Pengurus: Sri Eliyanti, Fenti, Nila (Sekeluarga dari cupak). Operator: Al padli (Dosen tetap STIE. Aturannya pengurus yayasan tidak boleh menjadi dosen tetap).

Baca Juga :  Wawancara Operator Gleder Oleh Tim Media TMMD Kodim 0420/Sarko

Atma ketika dikonfirmasi tidak menjawab ketika dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim belum ditanggapi.

Terkait kisruh yang terjadi di Yayasan YPTSA, berdasarkan hasil wawancara dengan pihak STIA -NUSA mengatakan pada tahun 1983 yayasan ini didirikan dg nama A2N. Lalu beralih nama STIA-NUSA Tahun 2005.

Dugaan pemalsuan dokumen yang dimaksud adalah adanya perubahan pengurus yang dilakukan di Notaris Bungo. Sementara pihak-pihak yayasan tidak dilibatkan dalam proses perubahan tersebut.

Menurut keterangan Notaris Irwan Damuhuri mengatakan, bahwa sekitar tahun 2010 Yayasan Pendidikan Tinggi Sakti Alam Kerinci pernah meminta perubahan akta notaris, namun karena ada pengurus yayasan yang tidak tanda tangan, dan kami menolak untuk membuat akta otaris perubahan.
“Karena ada yang pengurus yayasan yang tida tandatangan maka kami menolak untuk dibuat perbahan akta notaris baru yayasa,”sebutnya.

Baca Juga :  Tim Monev Mabes dan Wakil Bupati Tanjab Timur TNI, Kodim 0419 Hadiri Panen Padi.

Selain itu, H. Nasrul Madin merupakan salah satu pendirian yayasan TPTSA mengatakan hal yang tidak jauh berbeda.

“Saya menjadi organ YPTSA pada tahun 1990an, pada tahun 2000 an masih sering rapat yayasan. Saya tidak pernah tanda tangan mengundurkan diri dari yayasan. Saya tidak terima yayasan ini menjadi yayasan keluarga, saya minta untuk ditindak tegas, agar kembali ke yayasan Masyarakat “imbuhnya.(*)

Share :

Baca Juga

Reses Ketua Komisi III DPRD Tanjung Jabung Barat

Advertorial

Reses, Ketua Komisi III DPRD Tanjung Jabung Barat Fokus Perjuangkan Infrastruktur Desa Sungai Gebar

Daerah

Kode Redeem Free Fire Aktif 5 Juli 2026, Klaim Hadiahnya

Daerah

Pemerintah Kembali Salurkan BSU 2025

Daerah

Wawako Alvia Santoni Giat Pantau Pembersihan Kawasan Pasar
Program “Istana untuk Anak Sekolah” resmi diluncurkan pemerintah di Jakarta

Daerah

Istana Dibuka untuk Pelajar, Program “Istana untuk Anak Sekolah” Resmi Dimulai

Bangko

Dandim 0420/ Sarko Hadiri Apel Pasukan Dalam Rangka Ops Patuh Siginjai 2024

Daerah

SMAN 7 Tebo Gandeng Komunitas Wartawan Tebo (KAWAT), Gelar Pelatihan Jurnalistik Siswa

Daerah

Kakanwil Mhd.J.Sitepu : selamat kepada Kanim Kelas III Non TPI Kerinci yang telah lolos penilaian Panel TPI.