BENGKULU, http://Eksisjambi.com – Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda sederhana asal Kota Bengkulu. Iqbal Rasyid Achmad Faqih, anak seorang buruh bangunan, berhasil menembus Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada Juni 2025.
Perjuangan Iqbal menjadi sorotan publik setelah dirinya mendapat perhatian langsung dari pihak kampus. Bahkan, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UI, Dwiana Ocviyanti, datang langsung ke rumahnya untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan Iqbal dapat melanjutkan kuliah.
Iqbal merupakan putra dari pasangan Agus Hermanto dan Suhaima. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Iqbal tidak pernah menyerah untuk mengejar cita-citanya menjadi dokter.
Ia merupakan lulusan berprestasi dari MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah, salah satu sekolah unggulan yang di kenal memiliki standar akademik tinggi.
Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui jalur SNBT dengan skor Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang mencapai 757 poin.
Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.
Sebelum keberhasilan itu datang, keluarga Iqbal sempat menghadapi cibiran dari sebagian orang. Ayahnya pernah di remehkan karena di anggap tidak mungkin mampu menyekolahkan anak hingga ke jurusan kedokteran yang di kenal membutuhkan biaya besar.
Namun dengan tekad kuat dan dukungan keluarga, Iqbal mampu membuktikan bahwa mimpi besar dapat di raih melalui kerja keras dan ketekunan belajar.
Kisah Iqbal semakin viral setelah Wakil Dekan FK UI, Prof. Dwiana Ocviyanti, mendatangi langsung rumah sederhana keluarga Iqbal di Kelurahan Kebun Geran, Kota Bengkulu, pada 17 Juni 2025.
Kunjungan tersebut di lakukan untuk memberikan ucapan selamat sekaligus memastikan Iqbal tetap berangkat ke Jakarta untuk memulai perkuliahan. Saat itu, Iqbal sempat menghadapi kendala biaya keberangkatan dan kebutuhan awal kuliah.
Prof. Dwiana menyampaikan bahwa pihak fakultas ingin memastikan mahasiswa yang berprestasi seperti Iqbal tidak kehilangan kesempatan untuk menempuh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, dukungan juga datang dari pihak swasta. Perusahaan kosmetik nasional Paragon Technology and Innovation turut hadir dan memberikan bantuan untuk membantu kebutuhan pendidikan Iqbal.
Bantuan tersebut di harapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan Iqbal dapat fokus menempuh pendidikan kedokteran di UI.
Kisah Iqbal menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Perjuangan Iqbal menunjukkan bahwa mimpi besar dapat di raih dengan kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Kini, langkah Iqbal menuju cita-citanya sebagai dokter baru saja di mulai. Harapannya, suatu hari nanti ia dapat kembali mengabdi kepada masyarakat dan menjadi kebanggaan bagi keluarga serta daerah asalnya di Bengkulu.**







