JAKARTA, Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi di pasar internasional kembali menunjukkan tren positif pada perdagangan Sabtu, 17 Oktober 2026. Baik kopi arabika maupun robusta sama-sama ditutup menguat, memberikan sentimen positif bagi pelaku usaha dan petani kopi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan internasional, kopi Arabika (ICE US) ditutup di level 305,60 sen AS per pon, naik 10,80 sen atau 3,66 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Jika di konversikan secara sederhana, nilainya setara sekitar Rp112.900 per kilogram.
Sementara itu, kopi Robusta (ICE EU) juga mengalami penguatan. Kontrak robusta di tutup di level US$3.405 per ton, naik US$41 atau 1,22 persen. Nilai tersebut setara sekitar Rp61.500 per kilogram.
Kenaikan harga kedua jenis kopi ini mencerminkan masih kuatnya minat pasar terhadap komoditas kopi di tengah dinamika pasokan global dan permintaan dari negara-negara konsumen utama.
Bagi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, pergerakan harga internasional menjadi indikator penting karena dapat memengaruhi harga jual kopi di tingkat eksportir hingga petani, meskipun harga di dalam negeri juga dipengaruhi faktor kualitas, stok, biaya distribusi, nilai tukar rupiah, dan kondisi pasar lokal.
Pelaku usaha berharap tren penguatan harga ini dapat berlanjut sehingga memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani dan meningkatkan daya saing ekspor kopi Indonesia di pasar global.
Rincian Harga Kopi Internasional 17 Oktober 2026:
- Arabika (ICE US): 305,60 sen AS/lb, naik 10,80 sen (+3,66%) atau sekitar Rp112.900/kg.
- Robusta (ICE EU): US$3.405/ton, naik US$41 (+1,22%) atau sekitar Rp61.500/kg.







