JAKARTA, Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi dunia kembali menunjukkan tren yang berbeda pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026. Harga kopi Arabika di bursa ICE US melanjutkan penguatan, sementara Robusta di bursa ICE Europe mengalami penurunan.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga kopi Arabika tercatat di level 316,15 sen AS per pon (¢/lb) atau naik 4,85 poin (1,56 persen) dibandingkan sesi sebelumnya. Jika dikonversikan, nilainya setara sekitar 6,96 dolar AS per kilogram atau sekitar Rp125.400 per kilogram.
Kenaikan ini memperlihatkan bahwa minat pasar terhadap kopi Arabika masih cukup kuat. Penguatan harga juga menjadi kabar positif bagi negara-negara produsen Arabika, termasuk Indonesia yang memiliki sentra produksi di berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa, Bali, hingga Kerinci, Jambi.
Di sisi lain, harga kopi Robusta justru bergerak melemah. Kontrak Robusta di ICE Europe turun 60 dolar AS atau 1,75 persen, sehingga berada di level 3.364 dolar AS per ton atau sekitar 3,364 dolar AS per kilogram. Dengan kurs saat ini, nilainya setara sekitar Rp60.600 per kilogram.
Penurunan harga Robusta menunjukkan adanya tekanan jual di pasar internasional, meskipun level harga tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan rata-rata historis dalam beberapa tahun terakhir.
Perbedaan arah pergerakan kedua jenis kopi ini menjadi perhatian para pelaku usaha dan petani. Fluktuasi harga global dapat memengaruhi harga jual kopi di tingkat eksportir maupun petani, terutama bagi daerah penghasil kopi yang bergantung pada pasar ekspor.
Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama serta dinamika pasokan dan permintaan global yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga kopi dalam beberapa waktu ke depan.*







