JAKARTA,Eksisjambi.com – Harga estimasi kopi robusta di pasar domestik pada Kamis, 1 Oktober 2026, berada di kisaran Rp55.500 per kilogram. Perkiraan harga tersebut menjadi acuan bagi pelaku usaha dan petani dalam memantau perkembangan pasar kopi nasional yang masih di pengaruhi oleh dinamika perdagangan global.
Meski berada pada kisaran tersebut, harga kopi robusta di tingkat petani maupun pengepul dapat berbeda di setiap daerah. Perbedaan di pengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kualitas biji kopi, kadar air, biaya distribusi, hingga kondisi permintaan dan penawaran di masing-masing wilayah.
Bagi daerah sentra produksi kopi seperti Kerinci, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan beberapa wilayah di Pulau Jawa, perubahan harga di pasar domestik menjadi perhatian penting karena berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Selain faktor pasar dalam negeri, pergerakan harga kopi juga di pengaruhi oleh kondisi perdagangan internasional, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, cuaca di negara-negara produsen utama, serta perkembangan stok dan permintaan ekspor.
Pelaku usaha berharap harga kopi tetap stabil sehingga mampu memberikan keuntungan yang layak bagi petani sekaligus menjaga daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Dengan estimasi Rp55.500 per kilogram, petani di harapkan terus menjaga kualitas hasil panen melalui proses budidaya, pemetikan, dan pascapanen yang baik agar memperoleh harga jual yang lebih kompetitif.*







