JAKARTA, Eksisjambi.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Hingga sesi I perdagangan, IHSG melonjak 4,16 persen atau bertambah 208,02 poin ke level 5.204,63.
Kenaikan tajam tersebut membawa IHSG bergerak jauh dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level 4.996,61. Pada perdagangan hari ini, indeks sempat dibuka di posisi 4.980,16, sebelum bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi harian 5.210,80.
Penguatan IHSG mencerminkan meningkatnya minat beli investor terhadap saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejumlah saham unggulan menjadi pendorong utama pergerakan indeks, seiring kembali masuknya aliran dana ke pasar saham domestik.
Selain faktor sentimen pasar, investor juga mencermati perkembangan ekonomi nasional serta keyakinan bahwa pasar Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor global. Penguatan IHSG juga terjadi di tengah pergerakan bursa regional yang cenderung beragam.
Berdasarkan data perdagangan, posisi IHSG saat ini masih berada dalam rentang harga 52 minggu, dengan level tertinggi sepanjang satu tahun terakhir tercatat 9.174,47 dan level terendah 4.907,37.
Sementara itu, indeks saham lainnya juga mengalami pergerakan berbeda. Indeks LQ45 tercatat menguat 6,40 persen ke level 519,73. Namun sejumlah bursa Asia justru bergerak melemah, seperti KOSPI Korea Selatan yang turun 4,27 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 1,59 persen, serta Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,21 persen.
Lonjakan IHSG ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi setelah periode tekanan terhadap saham domestik. Investor kini menunggu keberlanjutan penguatan indeks serta faktor-faktor ekonomi yang dapat menjaga tren positif hingga akhir perdagangan.*







