MAKASSAR, http://Eksisjambi.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan potensi besar Indonesia dalam mengendalikan pasar global minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Ia bahkan menyebut Indonesia bisa mengambil langkah strategis seperti Selat Hormuz yang kerap menjadi titik krusial perdagangan minyak dunia.
Pernyataan tersebut di sampaikan Amran saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis lalu.
Menurut Amran, Indonesia memiliki kekuatan besar dalam industri sawit global, sehingga berpeluang melakukan langkah strategis melalui hilirisasi maupun pengendalian ekspor CPO.
“Kita hilirisasi. Ada lagi yang menarik, tahu nggak Iran menutup Selat Hormuz, kita bisa tutup lebih besar CPO. Tahu CPO? Yang sawit. Kita yang menguasai pasar dunia,” ujar Amran.
Ia membandingkan posisi Indonesia dengan Iran yang memiliki pengaruh terhadap sekitar 20 persen distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz. Sementara itu, Indonesia di nilai memiliki kendali yang lebih besar di sektor sawit.
Amran menjelaskan, Indonesia bersama Malaysia menguasai sekitar 80 persen pasokan CPO global, dengan kontribusi Indonesia mencapai sekitar 60 persen. Dominasi tersebut menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok minyak nabati dunia.
Ia menegaskan bahwa strategi hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit dalam negeri. Selain itu, penguatan kebijakan ekspor juga di nilai dapat menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga dan kepentingan nasional.
Pernyataan Amran ini sekaligus menggambarkan potensi besar Indonesia dalam memanfaatkan posisi dominannya di pasar global, tidak hanya sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga sebagai pengendali arah perdagangan komoditas strategis dunia.**







