Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 15 April 2026 - 04:39 WIB

Jejak Ekonomi Nabi Muhammad: Dari Penggembala hingga Konseptor Negara Madinah

Jejak ekonomi Nabi Muhammad dari pedagang muda

Jejak ekonomi Nabi Muhammad dari pedagang muda

Madinah,http://Eksisjambi.com  – Sosok Nabi Muhammad tidak hanya di kenal sebagai pembawa risalah Islam, tetapi juga memiliki rekam jejak kuat dalam bidang ekonomi dan kepemimpinan. Sejak usia muda, beliau telah menunjukkan kapasitas sebagai pelaku usaha yang andal hingga kemudian menjadi perancang sistem ekonomi-politik yang menopang berdirinya Negara Madinah.

Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang saudagar sukses di Makkah. Dalam pernikahan tersebut, beliau memberikan mahar berupa 20 ekor unta betina muda (barkah) dan sekitar 12,4 ons emas murni. Jika diasumsikan harga satu ekor unta mencapai Rp30 juta, maka total nilai mahar tersebut setara sekitar Rp600 juta angka yang tergolong besar untuk ukuran seorang pengusaha muda pada masa itu.

Setelah pernikahan, Nabi Muhammad dipercaya untuk mengelola dan memimpin ekspedisi bisnis milik Khadijah. Kepiawaian beliau dalam berdagang membuat usaha tersebut berkembang pesat, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pedagang yang jujur dan profesional. Aktivitas bisnis ini berlangsung hingga beliau berusia 40 tahun, sebelum kemudian diangkat sebagai nabi dan mulai fokus pada dakwah Islam.

Baca Juga :  Driver Maxim Jadi Korban Perampokan di Jambi

Transformasi besar dalam peran ekonomi beliau terjadi saat hijrah dari Makkah ke Madinah (sebelumnya dikenal sebagai Yatsrib). Di kota ini, Nabi Muhammad tidak hanya membangun komunitas keagamaan, tetapi juga merancang fondasi ekonomi yang mandiri dan berdaulat.

Pada masa awal kedatangan kaum Muslimin, aktivitas ekonomi di Madinah didominasi oleh komunitas Yahudi. Menanggapi kondisi tersebut, Nabi Muhammad menggagas pendirian Pasar Madinah sebagai pusat perdagangan alternatif yang bebas dari praktik monopoli dan ketidakadilan. Kebijakan ini menjadi titik awal kebangkitan ekonomi umat Muslim, yang secara bertahap mampu bersaing dan menggeser dominasi ekonomi sebelumnya.

Baca Juga :  Sumur Ajaib yang Menjadi Saksi Mukjizat Besar Nabi Muhammad di Madinah

Keberhasilan membangun sistem ekonomi yang kuat kemudian menjadi fondasi penting bagi berdirinya Negara Madinah. Dalam perspektif ilmu politik, kedaulatan ekonomi merupakan prasyarat utama bagi terciptanya kedaulatan politik. Hal ini tercermin dalam keberhasilan Negara Madinah bertahan di tengah pengaruh kekuatan besar dunia saat itu, seperti Persia dan Romawi.

Perjalanan hidup Nabi Muhammad menunjukkan transformasi luar biasa dari seorang penggembala kambing dengan sumber daya terbatas, menjadi pemimpin yang merancang sistem ekonomi-politik yang berpengaruh besar dalam sejarah peradaban.

Model yang beliau bangun di Madinah hingga kini kerap menjadi rujukan dalam diskursus ekonomi Islam dan tata kelola negara berbasis keadilan sosial.**

Share :

Baca Juga

Pusaka Barjad Api dan Blue Safir

Daerah

Pusaka Barjad Api dan Blue Safir Disebut Hasil Penarikan dari Kaum Jin Islam Timur Tengah
upacara dan tradisi pelepasan

Daerah

Suasana Haru Iringi Pelepasan Wakapolda Jambi di Lapangan Hitam Mapolda

Daerah

Seismograf Gunung Merapi Rekam Gempa M4,0 di Barat Daya Pacitan, Jawa Timur

Daerah

Gubernur Al Haris: Idul Adha Jadi Momentum Menumbuhkan Semangat Pengorbanan dan Kasih Sayang

Advertorial

Malam Resepsi Kenegaraan, Pj. Bupati Asraf : Wujud Rasa Syukur Atas Kemerdekaan

Advertorial

Wako Alfin Tekankan BPJS Kesehatan Optimalkan Pelayanan
Pemadam Internet Iran

Internasional

Iran Alami Pemadaman Internet Nasional

Daerah

Redmi A7 Pro Hadir dengan Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz