JAKARTA – Indonesia semakin dekat dengan cita-cita mewujudkan kemandirian energi nasional. Proyek pembangunan kilang minyak terbesar di Tanah Air kini telah mencapai progress 96,15% dan Jika tuntas, fasilitas strategis ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Kilang yang di kerjakan melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang dalam negeri.
Dengan selesainya proyek tersebut, kapasitas pengolahan minyak nasional akan naik signifikan dan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan BBM domestik.
“Pembangunan kilang ini merupakan langkah nyata menuju kedaulatan energi. Saat beroperasi penuh nanti, Indonesia tidak lagi terlalu bergantung pada impor, dan akan lebih tangguh menghadapi gejolak harga minyak global,” ujar salah satu pejabat Pertamina dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).
Selain meningkatkan produksi, proyek ini juga membawa efek berantai terhadap ekonomi nasional. Selama proses konstruksi, ribuan tenaga kerja lokal terserap, sementara industri pendukung seperti baja, semen, hingga jasa logistik turut mengalami peningkatan permintaan.
Kilang baru ini juga di rancang dengan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi tinggi. Sistem pengolahan limbah serta pengendalian emisi menjadi salah satu fokus utama agar operasionalnya tetap berkelanjutan.
Dengan pencapaian 96,15% ini, proyek kilang minyak terbesar di Indonesia tinggal menunggu tahap penyelesaian akhir sebelum resmi beroperasi.
Pemerintah optimistis, setelah beroperasi penuh, Indonesia akan memasuki babak baru dalam sejarah kemandirian energi nasional tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai negara yang berdaulat di sektor energi.(*)







