Sungai Penuh, http://Eksisjambi.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sungai Penuh, H. Hardiman, S.Ag., M.M., bersama Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam upaya meningkatkan kesiapan kesehatan calon pengantin (catin), Kamis (9/4/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di ruang Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh tersebut turut di hadiri oleh Kasi Bimas Islam, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, serta Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Sungai Penuh.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan, guna memastikan calon pengantin tidak hanya siap secara spiritual, tetapi juga secara fisik dan kesehatan.
Dalam sambutannya, H. Hardiman menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan keluarga sejak sebelum pernikahan.
“Kerja sama ini sangat penting agar calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih komprehensif, baik dari sisi pemahaman agama maupun kesehatan, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gusnardi, SKM., M.M., menyampaikan bahwa sinergi ini akan memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya calon pengantin, terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.
Menurutnya, pembinaan calon pengantin tidak hanya mencakup aspek keagamaan dalam membangun rumah tangga, tetapi juga meliputi pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
“Calon pengantin akan di berikan edukasi serta pemeriksaan kesehatan, seperti tes fisik, pemeriksaan laboratorium darah dan urin, serta deteksi penyakit menular seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B (HBsAg),” jelasnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, di harapkan pelayanan kepada calon pengantin di Kota Sungai Penuh semakin optimal dan terintegrasi. Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang sakinah, sehat, dan sejahtera, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.**







