Home / Advertorial / Daerah / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Minggu, 22 Juni 2025 - 15:33 WIB

Kenduri Sudah Tuai Desa Debai 2025, Simbol Syukur dan Kearifan Lokal yang Terjaga

Eksisjambi.com,Sungai Penuh – Tradisi sakral Kenduri Sudah Tuai Ekor Tahun Kepala Tahun Anak Jantan dan Anak Batino Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh kembali digelar dengan penuh khidmat dan semarak pada Minggu (22/06/2025), yang Bertempat di Gedung Sanggar Seni Desa Debai, acara adat ini berlangsung sukses dan menyedot perhatian ratusan masyarakat, termasuk tokoh adat dan pemerintah daerah.

Kenduri ini merupakan tradisi adat empat tahunan yang menjadi tonggak penting dalam siklus kehidupan masyarakat adat Depati IV Kumun Debai. Acara ini menjadi wadah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah, sekaligus sebagai momentum memperkuat silaturahmi antara anak jantan dan anak batino dalam lingkungan suku dan kaum.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah mewakili Wali Kota, Sekretaris Daerah Alpian, Kepala Inspektorat, perwakilan Kodim 0417/Kerinci, jajaran SKPD Kota Sungai Penuh, Lembaga Adat Depati IV Kumun Debai, Forum Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta ratusan masyarakat adat dari berbagai penjuru wilayah Debai.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire (FF) Terbaru Hari Ini, Minggu 17 Mei 2026
Antusias anak jantan dan anak batino sambut Wawako Azhar Hamzah dan rombongan
Antusias anak jantan dan anak batino sambut Wawako Azhar Hamzah dan rombongan

Dalam sambutannya, Kepala Desa Debai, Adnan, S.Ag, menyampaikan bahwa Kenduri Sudah Tuai bukan sekadar ritual adat, melainkan wujud konkret rasa syukur atas limpahan rezeki dari Allah SWT.

Kenduri Sudah Tuai Desa Debai 2025, Simbol Syukur dan Kearifan Lokal yang Terjaga
Kenduri Sudah Tuai Desa Debai 2025, Simbol Syukur dan Kearifan Lokal yang Terjaga

 “Kenduri ini adalah bentuk penghormatan terhadap leluhur dan rasa syukur atas nikmat hasil pertanian dan perkebunan. Ini juga menjadi ajang pemersatu seluruh anak jantan dan anak batino di Desa Debai,” ujar Adnan.

Lebih lanjut, Kades Adnan juga mengungkapkan bahwa saat ini Desa Debai tengah membangun rumah ibadah, dan berharap dukungan penuh dari pemerintah kota untuk menyukseskan pembangunan tersebut demi kepentingan spiritual masyarakat.

Baca Juga :  JK : Perang Modern Dimenangkan oleh Penguasa Teknologi, Bukan Lagi Jumlah Tentara

Sementara itu, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, dalam pidatonya yang mewakili Wali Kota Sungai Penuh, menekankan pentingnya menjadikan rasa syukur sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Rasa syukur tidak cukup hanya dalam ritual, tapi harus tercermin dalam pola hidup sederhana dan bijak dalam memanfaatkan rezeki. Salah satu bentuk syukur yang nyata adalah menyekolahkan anak dan terus menjaga semangat bekerja setelah panen,” ujar Wawako Azhar.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendukung kebutuhan petani, terutama dalam hal ketersediaan pupuk dan obat-obatan pertanian agar hasil panen ke depan bisa lebih baik dengan bantuan teknologi pertanian yang tepat guna.

Kenduri Sudah Tuai Desa Debai tahun 2025 ini menjadi simbol kekuatan nilai adat, keimanan, serta harapan kolektif menuju masa depan yang lebih baik. Di tengah arus modernisasi, masyarakat Debai berhasil menjaga warisan budaya leluhur sebagai pondasi kehidupan yang sakral dan penuh makna.(Khairul).

 

Share :

Baca Juga

Daerah

BUPATI ADIROZAL BUKA DIALOG DAN FESTIVAL KEBUDAYAAN MASYARAKAT KERINCI
POSBAKUM

Advertorial

Wabup H.Murison Hadiri Sosialisasi Pembentukan POSBAKUM Desa-Kelurahan

Advertorial

PJ Bupati Asraf Tutup Secara Resmi Festival Danau Kerinci Ke-XXI KEN 2023

Daerah

Resep Herbal Alami untuk Membantu Meredakan Nyeri Sendi, Mudah Dibuat di Rumah

Advertorial

Bupati Adirozal Hadiri Acara Kenduri Sko Kerapatan Adat dan Kenduri Swarnabhumi 13 Desa Kecamatan Gunung Tujuh

Advertorial

Tim Kesehatan Satgas TMMD Selalu Sigap Cek Kesehatan Warga

Daerah

Polres Kerinci Kumpulan Orang Tua Pelaku : Bina Anak Atau Proses Hukum

Daerah

Ka.Kanim Kelas III Non TPI Kerinci Hadiri Rakor Timpora di Sarolangun