Home / Advertorial / News

Selasa, 22 Juli 2025 - 12:03 WIB

Keutamaan Istighfar Sebagai Penghalang Musibah

Oplus_131072

Oplus_131072

Eksisjambi.com- Istighfar, atau memohon ampun kepada Allah سبحانه وتعالى, memiliki keutamaan luar biasa dalam kehidupan seorang Muslim. Bukan hanya sebagai bentuk taubat, istighfar juga menjadi perisai dari datangnya azab dan musibah.

Hal ini ditegaskan oleh firman Allah سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an:

 وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Wa mā kānallāhu liyu’ażżibahum wa anta fīhim, wa mā kānallāhu mu’ażżibahum wa hum yastagfirụn

Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Nabi Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)

Baca Juga :  4 Manfaat Minum Kopi Murni Tanpa Gula untuk Kesehatan Tubuh

Dalam Tafsir Al-Muyassar, dijelaskan bahwa keberadaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istighfar adalah dua pelindung utama dari azab. Ketika Nabi masih hidup, umat terlindungi karena keberadaannya. Kini, perlindungan itu tersisa dalam bentuk istighfar.

Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa Allah menunda azab-Nya karena adanya istighfar dari umat manusia. Meski dosa sudah terjadi dan sebab azab telah tersedia, istighfar bisa menunda bahkan menghapus azab.

Ibnu Juzay rahimahullah menambahkan bahwa: “Dulu kami memiliki dua pelindung dari azab: (1) keberadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan (2) istighfar. Kini setelah beliau wafat, hanya istighfar yang tersisa sebagai perisai.”

Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata: “Allah tidak akan menyiksa orang yang beristighfar, karena istighfar menghapus dosa yang menjadi penyebab musibah.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 8:163)

Baca Juga :  Menhan Sjafrie Instruksikan Jajaran Kemhan dan TNI Siap Hadapi Perang Berlarut

Bahkan terdapat atsar dari Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه:  “Tidaklah suatu musibah turun kecuali karena dosa, dan tidaklah ia terangkat kecuali dengan taubat.”

Kesimpulan : Ayat dan penjelasan ulama tersebut mengajarkan bahwa istighfar adalah tameng pelindung umat dari murka Allah dan berbagai bencana. Di masa kini, saat kita tidak lagi hidup bersama Nabi, perbanyaklah istighfar sebagai jalan keselamatan dan penghapus dosa.

Mari jadikan istighfar sebagai amalan harian, dan perisai dalam menghadapi berbagai ujian hidup.(*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bersama PB KABARI Wagub Sani Jalin Silaturahmi

Daerah

Para Kiyai Berikan Doa Restu dan Dukungan Untuk Menangkan Dilla Hich – Muslimin Tanja

Advertorial

Gubernur Al Haris Ajak Semua Pihak Bersatu dan Bersinergi Atasi Karhutla di Provinsi Jambi
Vonis Najib Razak

Internasional

Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur Vonis Najib Razak

Advertorial

Menempuh Jarak Puluhan Kilometer, Tidak Mengendorkan Peltu April Hadi Memberitakan Pra TMMD

Advertorial

Sekda Tanjab Barat Buka Kegiatan Sosialisasi PP Bidang Kepegawaian Tahun 2023
KPK

Hukum

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama dan Staf Khusus sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Daerah

Pemerintah Buka Program Magang Sasar 420 Ribu Peserta