Eksisjambi.com- Istighfar, atau memohon ampun kepada Allah سبحانه وتعالى, memiliki keutamaan luar biasa dalam kehidupan seorang Muslim. Bukan hanya sebagai bentuk taubat, istighfar juga menjadi perisai dari datangnya azab dan musibah.
Hal ini ditegaskan oleh firman Allah سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an:
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Wa mā kānallāhu liyu’ażżibahum wa anta fīhim, wa mā kānallāhu mu’ażżibahum wa hum yastagfirụn
Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Nabi Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
Dalam Tafsir Al-Muyassar, dijelaskan bahwa keberadaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istighfar adalah dua pelindung utama dari azab. Ketika Nabi masih hidup, umat terlindungi karena keberadaannya. Kini, perlindungan itu tersisa dalam bentuk istighfar.
Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa Allah menunda azab-Nya karena adanya istighfar dari umat manusia. Meski dosa sudah terjadi dan sebab azab telah tersedia, istighfar bisa menunda bahkan menghapus azab.![]()
Ibnu Juzay rahimahullah menambahkan bahwa: “Dulu kami memiliki dua pelindung dari azab: (1) keberadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan (2) istighfar. Kini setelah beliau wafat, hanya istighfar yang tersisa sebagai perisai.”
Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata: “Allah tidak akan menyiksa orang yang beristighfar, karena istighfar menghapus dosa yang menjadi penyebab musibah.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 8:163)
Bahkan terdapat atsar dari Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه: “Tidaklah suatu musibah turun kecuali karena dosa, dan tidaklah ia terangkat kecuali dengan taubat.”
Kesimpulan : Ayat dan penjelasan ulama tersebut mengajarkan bahwa istighfar adalah tameng pelindung umat dari murka Allah dan berbagai bencana. Di masa kini, saat kita tidak lagi hidup bersama Nabi, perbanyaklah istighfar sebagai jalan keselamatan dan penghapus dosa.
Mari jadikan istighfar sebagai amalan harian, dan perisai dalam menghadapi berbagai ujian hidup.(*)







