Home / Internasional / Nasional / Nasional / News

Minggu, 11 Mei 2025 - 05:49 WIB

Kosmos 482 dan Potensi Jatuhnya di Indonesia

Eksisjambi.com- Pesawat antariksa Kosmos 482, yang diluncurkan oleh Uni Soviet pada 31 Maret 1972 sebagai bagian dari program Venera untuk mengeksplorasi Venus, kini menjadi perhatian global karena diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada 10 Mei 2025. Wahana ini gagal mencapai tujuan akibat kerusakan teknis pada tahap akhir roket pendorongnya, sehingga terperangkap di orbit Bumi selama lebih dari 50 tahun .

Desain Khusus
Kosmos 482 dirancang untuk bertahan di atmosfer Venus yang ekstrem (suhu 465°C dan tekanan 92 kali Bumi), sehingga struktur berbahan titanium dan sistem pelindung panasnya sangat kokoh. Hal ini membuatnya berpotensi tetap utuh saat memasuki atmosfer Bumi.

Massa dan Kecepatan
Bagian yang akan jatuh adalah modul pendarat utama seberat 495–500 kg dengan kecepatan sekitar 242 km/jam, setara dengan meteor. Energi kinetiknya diperkirakan setara ledakan 300 gram TNT atau dua granat tangan.

Baca Juga :  Ramalan Shio Terbaru Tikus, Monyet, dan Ular Diprediksi Paling Hoki

Pecahan Orbit
Setelah peluncuran, wahana ini terpecah menjadi empat bagian. Dua di antaranya jatuh ke Bumi pada 1972 dan 1980-an, menyisakan modul pendarat yang kini orbitnya terus meluruh akibat gesekan atmosfer .

Potensi Jatuh di Indonesia
Berdasarkan analisis orbit, wilayah jatuh Kosmos 484 berada di antara garis lintang 52°LU hingga 52°LS, yang mencakup Indonesia. Beberapa kota yang berpotensi terdampak antara lain Bengkulu, Bandar Lampung, Makassar, dan Kupang . Namun, ketidakpastian faktor atmosfer dan hambatan gravitasi membuat prediksi lokasi pasti sulit ditentukan .

Risiko dan Dampak
1. Dampak Fisik : Meski berkecepatan tinggi, energi tumbukannya relatif kecil dan tidak menyebabkan kerusakan meluas. Kemungkinan besar jatuh di lautan atau area tak berpenghuni mengingat 71% permukaan Bumi adalah air.
2. Keselamatan Publik : Risiko serpihan menghantam permukiman atau pesawat terbang sangat rendah, tetapi tidak bisa diabaikan. Badan antariksa global terus memantau pergerakannya .
3. Material Berbahaya : Modul mungkin mengandung bahan kimia atau radioaktif, sehingga masyarakat disarankan tidak menyentuh serpihannya dan melaporkan ke pihak berwenang .

Baca Juga :  Survei Poltracking: 55,3 Persen Responden Setuju PPPK Penuh Waktu Diangkat Jadi PNS

Respons Pihak Berwenang
– BRIN dan LAPAN : Memantau perkembangan orbit dan memberikan peringatan dini. Thomas Djamaluddin dari BRIN menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa kepanikan .
– Badan Antariksa Eropa (ESA) : Stijn Lemmens, analis ESA, menyebut modul berbentuk bulat dengan diameter 1 meter ini mungkin terlihat seperti bola api saat masuk atmosfer .

Meski Indonesia termasuk dalam zona potensi jatuhnya Kosmos 482, probabilitas dampak serius sangat kecil. Masyarakat disarankan tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari BRIN atau LAPAN, dan tidak menyebar informasi yang belum diverifikasi.

#Kosmos482Alert
#SpaceDebrisIndonesia
#StaySafeLookUp
#VeneraLegacy
#Cosmos482Crash

Share :

Baca Juga

Bangko

Banjir Rendam SDN 163/VI Muara Pangi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter dan Sisakan Lumpur

Internasional

Menteri AHY Sebagai Pembicara Forum Ekonomi Terbesar dan Berpengaruh di Asia
Liverpool dan Barcelona tersingkir dari Liga Champions 2025/2026

Internasional

Liverpool dan Barcelona Tersingkir, PSG dan Atletico Madrid Melaju ke Semifinal Liga Champions
Walikota Sungai Penuh

Daerah

Safari Jumat, Wako Alfin Tekankan Kebersihan dan Pendidikan
etika berbicara

Daerah

Keindahan Manusia Lahir dari Kedewasaan Batin dan Kebijaksanaan Bertutur

Daerah

Marsma TNI Fajar Adriyanto Gugur Tugas

Bangko

Perbaiki Drainase, Excavator Terus Bekerja di Pembukaan Jalan TMMD 122 Kodim 0420/Sarko
Pemkot Sungai Penuh Serahkan Bonus MTQ

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Berikan Bonus Pemenang MTQ Ke-54 Tingkat Provinsi