Semarang,http://Eksisjambi.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Perairan Karimunjawa, Semarang, Kunjungan ini di lakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) dan Penembakan Senjata Khusus (Baksenkhus) Tahun 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan menyaksikan secara langsung penembakan rudal dengan sasaran permukaan laut dan daratan. Selain itu, di gelar pula kompetisi artileri kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang menjadi bagian dari rangkaian latihan terpadu TNI.
Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tempur prajurit sekaligus menguji kesiapan alutsista dalam berbagai skenario operasi militer. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya interoperabilitas antar matra TNI, baik darat, laut, maupun udara.
Menurut Sjafrie, sinergi lintas matra menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks. Oleh karena itu, latihan gabungan seperti Latopslagab di nilai penting untuk memastikan koordinasi berjalan efektif dalam situasi nyata.
“Kesiapan operasional tidak bisa di bangun secara parsial. Di butuhkan latihan terpadu yang melibatkan seluruh kekuatan TNI,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa latihan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam menjaga kedaulatan, terutama di wilayah maritim yang memiliki nilai strategis tinggi.
Perairan Karimunjawa sendiri dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki karakteristik geografis yang mendukung berbagai skenario operasi laut. Kawasan ini juga menjadi salah satu titik penting dalam sistem pertahanan nasional.
Melalui latihan ini, kesiapsiagaan TNI terus di uji dan di perkuat guna memastikan kemampuan pertahanan negara tetap optimal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.**







