Jakarta, http://Eksisjambi.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 kelompok negara berkembang Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8) pada April 2026, kinerja perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2025, nilai ekspor Indonesia ke negara-negara D-8 tercatat mencapai 25,7 miliar dolar AS, meningkat 10,7 persen di bandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu motor perdagangan di antara negara anggota D-8 sekaligus memperkokoh peran strategisnya sebagai tuan rumah KTT D-8 tahun 2026.
Sejumlah komoditas unggulan nasional masih menjadi penopang utama ekspor Indonesia ke negara-negara anggota D-8. Produk energi seperti batu bara serta komoditas perkebunan Minyak Kelapa Sawit (CPO) tetap mendominasi nilai perdagangan.
Selain sektor energi dan sumber daya alam, produk dari sektor industri pengolahan juga menunjukkan kontribusi yang signifikan. Produk-produk manufaktur Indonesia semakin mampu bersaing di pasar internasional, terutama di negara-negara berkembang yang memiliki kebutuhan industri dan konsumsi yang terus meningkat.
Peningkatan ekspor ini di nilai menjadi indikator semakin kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar global, sekaligus mencerminkan keberhasilan strategi di versifikasi ekspor yang di lakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Hubungan perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara anggota D-8 terus menunjukkan perkembangan positif. Kerja sama ekonomi dengan Malaysia, Pakistan, dan Turki menjadi salah satu pilar penting dalam peningkatan volume perdagangan tersebut.
Selain memperluas pasar ekspor, sinergi antarnegara anggota juga di harapkan dapat memperkuat rantai pasok regional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di kawasan negara-negara berkembang.
Pemerintah Indonesia memandang pelaksanaan KTT D-8 pada April 2026 sebagai momentum strategis untuk memperdalam kerja sama ekonomi, investasi, serta perdagangan antarnegara anggota.
Melalui forum tersebut, Indonesia di harapkan dapat mendorong berbagai inisiatif kerja sama baru, memperluas akses pasar bagi produk nasional, serta memperkuat ketahanan ekonomi di tengah dinamika perekonomian global.
Dengan tren ekspor yang terus meningkat, Indonesia optimistis kerja sama dengan negara-negara anggota D-8 akan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.*+







