Eksisjambi.com,Kerinci – Mega Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berlokasi di daerah Batang Merangin Kabupaten Kerinci yang dikerjakan oleh BUKAKA/ PT. KMH(Kerinci Merangin Hidro) saat ini mulai menjadi sorotan, dikarenakan besarnya kebutuhan material yang di butuhkan hingga 7.000 ton split dan juga pasir yang Harus dipenuhi.
Proyek Pembangunan PLTA Kerinci Merangin Hidro Membutuhkan material tentu diambil di lokasi penambangan yang legal, Sebelumnya Pernah Menampung Meterial Lokal Seperti Pasir dari Tambang Pak Remon dari Siulak,Namun Saat ini PLTA Merangin Tidak Lagi Menjalin Kerja Sama dengan Pertambangan Pak Remon
dikarenakan Izin Legalitasnya Sudah Berakhir dan Material yang Tidak Sesuai Gudang dan otomatis Kerja sama dengan Proyek PLTA Merangin Putus.
Dalam Hal ini Manager PLTA Kerinci Merangin Hidro,Israwan, Mengatakan Bahwa Material yang di Pasok di Lokasi Proyek PLTA Merangin Saat ini Berasal Dari Pesisir, Sumatera Barat.
“AlhamduliIlah,Sekarang Kita Juga Ndak Masuk Material dari Pak Remon di siulak.”kata Manager PLTA KMH.
Dan Menambahkan Terpaksa diambil,dari Pesisir Selatan Sumatera Barat Karena Material sudah Sesuai Spesifikasi dan Standar.
“Untuk Material PLTA, kita Mengunakan Material dari Pesisir Karena Spesifikasi Sesuai Standar dan selain itu Material dari Tapan Pesisir Legalitasnya Lengkap.’Ungkap Israwan Nugroho.
Untuk Material dari Kerinci Bagian Gudang Proyek PLTA Merangin Menyatakan Tidak Sesuai Standar yang dibutuhkan.
“Material Pak Remon informasi Gudang Tidak Sesuai atau tidak Memenuhi Standar.”tutup Petinggi PLTA KMH.(Ri/*)







