YOGYAKARTA, http://Eksisjambi.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi bersama Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta. Rapat ini menjadi langkah konsolidasi strategis untuk membahas tindak lanjut pengerahan bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Rapat koordinasi tersebut di hadiri para rektor PTMA, termasuk dari daerah yang terdampak langsung bencana. Dalam pertemuan itu, para rektor memaparkan kondisi riil di lapangan, mulai dari langkah penanganan yang telah dilakukan, kendala yang di hadapi, hingga kebutuhan mendesak yang masih belum terpenuhi oleh masyarakat terdampak.
Setelah laporan di sampaikan, forum dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran pandangan antarrektor untuk merumuskan peran strategis Muhammadiyah, PP Muhammadiyah Konsolidasikan PTMA Se-Indonesia Bahas Strategi Bantuan Banjir dan Longsor Sumatra dari sektor perguruan tinggi, dalam penanganan bencana secara berkelanjutan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya penguatan peran PTMA dalam membantu korban bencana di Sumatra. Ia mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk mengonsolidasikan potensi yang di miliki demi meringankan beban masyarakat terdampak.
“Peran ini harus terus digencarkan. Kami mengajak kembali Bapak dan Ibu Rektor di lingkungan PTMA untuk mengumpulkan kekuatan dan membantu saudara-saudara kita di Sumatra,” ujar Haedar.
Haedar juga menekankan bahwa komitmen Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat semata. Muhammadiyah, menurutnya, akan terus mendampingi korban hingga benar-benar pulih, termasuk pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Jangan di habiskan di masa tanggap darurat. Dana bantuan harus di siapkan untuk masa-masa selanjutnya hingga pascabencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Haedar mengingatkan agar Muhammadiyah berada di garis terdepan sebagai wujud peran keumatan yang membawa nilai rahmatan lil ‘alamin. Ia juga meminta seluruh elemen Persyarikatan untuk berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi, agar tidak menambah beban psikologis masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Jangan sampai kita malah menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Mari kita mengurai benang kusut ini dengan penuh keikhlasan,” tambah Haedar.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman yang memoderatori rapat menyampaikan keyakinannya bahwa PTMA dapat menjadi ruang penguatan dan harapan bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menilai, perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual dan sosial yang besar untuk di gerakkan melalui berbagai program.
“Kami yakin seluruh perguruan tinggi yang diisi para pemikir ini siap menggalang dana melalui berbagai skema, baik pengabdian masyarakat, KKN kebencanaan, maupun program lainnya,” jelas Agus.
Ia juga berharap agar kajian dan penelitian yang dilakukan PTMA dapat terus di kembangkan secara jangka panjang dan strategis, sejalan dengan misi dan kiprah Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun peradaban.
Senada dengan itu, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto menegaskan kembali jati diri Muhammadiyah sebagaimana tertuang dalam Kepribadian Muhammadiyah poin kesembilan, yakni membantu pemerintah serta bekerja sama dengan berbagai golongan dalam membangun negara demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.
“Dalam konteks bencana di Sumatra, posisi Muhammadiyah jelas, yaitu membantu pemerintah dan fokus sepenuh hati pada upaya meringankan penderitaan masyarakat terdampak,” ujar Agung.
Menurutnya, penanggulangan bencana harus dilakukan dengan kesungguhan dan keikhlasan, serta mengedepankan kepentingan kemanusiaan di atas segalanya.
Dengan rapat koordinasi ini, PP Muhammadiyah berharap langkah-langkah penanganan bencana di Sumatra dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh potensi PTMA demi pemulihan masyarakat yang terdampak.(*)







