Home / Advertorial / Daerah / News / Politik / Tanjab Timur

Rabu, 29 Mei 2024 - 03:37 WIB

Rapat Paripurna Anggota DPRD Tanjab Timur Terkait 2 Ranperda Tahun 2024

Elsisjambi.com,TanjabTimur – Pandangan umum Fraksi – fraksi saat pelaksanaan penyampaian terhadap dua rancangan peraturan daerah Kabupaten Tanjab Timur tahun 2024 yakni berkaitan eksistensi pemerintah sebagai organisasi publik dan administrator publik dalam kegiatanya mempunyai tanggung jawab kepada publiknya dalam agenda rapat paripurna Anggota DPRD Tanjabtim, Selasa (29/5/2024).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut pemerintah dituntut untuk menentukan kebijakan – kebijakan yang sesuai dengan permasalahan di kalangan masyarakat. Maksud dan tujuan pembuatan kebijakan oleh pemerintah adalah kepentingan masyarakat, permasalahan dalam masyarakat dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan, maka berbagai kebijakan yang semula diproyeksikan untuk mengatasi masalah dikhawatirkan pada kenyataanya malah melahirkan masalah baru yang menyebabkan berkurangnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam menangani masalah tersebut, yang disampaikan pandangan umum fraksi Restorasi Nurani Rakyat.

Baca Juga :  Wakapolda Jambi Hadiri Jalan Santai HUT Provinsi Jambi ke-69

“Fraksi Restorasi Nurani Rakyat yang disampaikan anggota DPRD Tanjab Timur, H, Hamsah saat menyampaikan pandangannya setelah membaca dan mempelajari nota pengantar rancangan peraturan daerah tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 3 tahun 2016 tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak dan rancangan peraturan daerah tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 9 tahun 2017 tentang penyelenggaraan ketertiban umum,” terang H, Hamsah.

Berikut kami sampaikan saran, pandangan serta masukan fraksi restorasi nurani rakyat terhadap dua rancangan peraturan daerah dimaksud antara lain, fraksi RNR mempertanyakan apakah sudah implementasikan dengan baik atau tidak peraturan daerah nomor 3 tahun 2016 dan peraturan daerah nomor 9 tahun 2017 harus di evaluasi.

Pada pasal 15 ayat 3 yang berbunyi, masyarakat diperkenankan diperbolehkan untuk menangkap ternak yang sedang berada atau merusak laha. Pertaniannya, fraksi RNR memaknai tetap perlu adanya keterlibatan pemerintah dan penegak hukum dalam pasal 15 ayat 3 tersebut, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan, sehingga nantinya tidak ada pihak yang dirugikan.

Baca Juga :  PT KMH Butuh SDM kompeten, berkualitas, dan siap untuk bekerja

Fraksi RNR mempertanyakan kerjasama dengan pihak mana saja dan menggunakan cara serta kajian apa dalam pembuatan naskah akademik untuk membuat Raperda tersebut, sehingga bisa menjadi rumusan yang berkompeten dalam menghasilkan peraturan daerah, dan benar – benar menjadi solusi terhadap permasalahan dan kebutuhan hukum bagi masyarakat serta beberapa biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan dua naskah akademik tersebut.

Demikian lah pandangan umum fraksi restorasi nurani rakyat (RNR) DPRD, terhadap rancangan peraturan daerah tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 3 tahun 2016 tentang penertiban dan pemeliharaan hewan,” pungkasnya. (Mul).

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pembangunan MCK Jadi Acuan Satgas TMMD Edukasi Warga Biasakan Hidup Sehat

Daerah

Warga Bandung dan Purwakarta Heboh Suara Dentuman Berulang
BPJT bersama PT Jasamarga menyiapkan tol fungsional Arus Mudik Lebaran 2026

Daerah

BPJT Siapkan Tol Fungsional Solo–Yogyakarta–NYIA, Segmen Prambanan–Purwomartani Dibuka Saat Lebaran 2026

Daerah

Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Hari Guru Nasional 2025

Daerah

Wako Alfin Pimpin Apel HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025

Advertorial

Gubernur Alharis Hadiri Paripurna HUT ke-64 Kabupaten Kerinc

Advertorial

DPRD Provinsi Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum LKPJ dan Perubahan RPJMD 2021-2026
tasawuf Islam

Daerah

Mengenal Hakikat Asal Kejadian Manusia dan Jalan Menuju Allah Ta’ala