Home / Bangko / Daerah / News

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:28 WIB

Semangat untuk Maju, Warga SAD Berbondong-bondong Minta Bantuan Usaha

BANGKO. EKSISJAMBI.COM – Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari tiga kelompok tumenggung mendatangi Kantor Bupati Merangin pada Kamis 21/05/3026.Kedatangan warga SAD tersebut bertujuan untuk meminta bantuan modal usaha kepada Bupati Merangin.

Ketiga kelompok di pimpin oleh Tumenggung Jang, Tumenggung Ngapas, dan Tumenggung Stampung yang berasal dari Desa Mentawak dan Desa Sungai Ulak. Dalam aksi tersebut, para tumenggung turut membawa serta puluhan warga, termasuk perempuan dan anak-anak.

Aksi ini di picu oleh informasi keberhasilan kelompok Tumenggung Jhon di Desa Tambang Baru di kawasan objek wisata Dam Betuk yang sebelumnya menerima program bantuan usaha Keramba Jaring Apung (KJA) dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp 1,4 miliar.

Kedatangan warga SAD di sambut langsung oleh Asisten I Setda Merangin, Sukoso, bersama pejabat Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P2A) Merangin, Azrul Affandi.

Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Dinsos P2A Merangin, Azrul Affandi, memberikan klarifikasi di hadapan warga untuk meluruskan persepsi mengenai bantuan tersebut. Menurutnya, terjadi kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat SAD mengenai wujud bantuan yang di kira berupa uang tunai.

Baca Juga :  Diduga Adanya Pungli di-,Balik Parkir Pasar Pamenang

“Kami jelaskan, ini terkait bantuan keramba dari Kementerian Sosial. Mereka mendapat informasi salah satu kelompok (Tumenggung Jhon) mendapat bantuan Rp 1,4 miliar berupa uang. Padahal tidak, bantuan itu berbentuk barang (sarana usaha) yang total nominalnya senilai Rp 1,4 miliar,” ujar Azrul kepada awak media.

Azrul menambahkan bahwa program bantuan ini sebenarnya telah di tawarkan secara merata. Namun, beberapa kelompok SAD sebelumnya menyatakan keberatan karena merasa belum mampu mengelola budidaya keramba ikan.

“Ada beberapa kelompok yang hadir di sini sebenarnya sudah di tawari oleh Tumenggung Jhon, tetapi mereka menolak karena merasa tidak sanggup merawatnya. Contohnya kelompok di Pemenang, mereka berkomitmen jujur tidak sanggup mengurus keramba dan memberi makan ikan, lalu meminta di usulkan program lain,” jelas Azrul.

Baca Juga :  Wagub Sani: APPSI Jambi Pilar Penguat Ekonomi Rakyat dan Pasar Berdaya Saing

Menyikapi aspirasi dari Tumenggung Jang, Ngapas, dan Stampung yang menginginkan program alternatif di luar budidaya ikan seperti sektor perkebunan pihak Dinsos meminta perwakilan warga untuk menyiapkan usulan resmi.

“Kami sudah sampaikan kepada mereka, jika memang tidak mau atau tidak sanggup mengurus keramba, apa keinginan mereka sebenarnya? Kami minta mereka membawa bahan usulannya pada hari Senin besok untuk di bicarakan bersama,” tutur Azrul.

Terkait keputusan akhir mengenai jenis bantuan yang akan di kucurkan, Azrul menegaskan bahwa kewenangan penuh berada di tangan kepala daerah. Pihak dinas hanya bertindak sebagai fasilitator dan pendamping program dari pusat.

“Kalau mereka menginginkan kebun, nanti biar Pak Bupati yang mengambil kebijakan. Kami di dinas tidak bisa memutuskan, itu ranah pemimpin daerah. Tugas kami adalah menjalankan amanat dari Kementerian Sosial untuk mendampingi warga SAD ini,” pungkasnya. **Bas R*

Share :

Baca Juga

Daerah

Kode Redeem Free Fire (FF) Terbaru 21 Juni 2026, Klaim Hadiahnya

Advertorial

Bupati Kerinci Pimpin  HUT ke-64 Gerakan Pramuka

Bangko

Pemkab Merangin Bersama DPRD Sepakati APBD Merangin 2023

Advertorial

Wako Ahmadi Mendorong Pembangunan TPA Regional Berskala Besar di Sungai Penuh

Advertorial

PJ.Bupati Merangin Pamitan dengan Seluruh Pegawai, Jelang Akhir Masa Jabatan
Hj. Hesti Alharis

Advertorial

Hj. Hesti Haris Raih Penghargaan Nasional sebagai Bunda PAUD Peduli PAUD 2025

Daerah

Pemkot Terima Kunjungan Kerja Pemkab Rejang Lebong

Daerah

Bea Cukai Musnahkan 31,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Makassar