Home / Daerah / Kerinci / News

Rabu, 8 Juni 2022 - 14:19 WIB

Sepasang Harimau Sumatera, Surya dan Citra Kartini akhirnya Sukses dilepaskan

Eksisjambi.com,KERINCI – Dua ekor Harimau Sumatera, Surya (jantan) dan Citra Kartini (betina) akhirnya dilepaskan.

Adapun pelepasliaran tersebut dilakukan pada dua lokasi zona inti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pada 7 dan 8 Juni 2022.

“Pelepasan di dua lokasi ini untuk menghindari inbreeding atau kawin kerabat yang dapat menurunkan kualitas genetis keturunannya nanti. Jarak pelepasan kedua harimau Sumatera ini berkisar 15 km, ” kata Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Irzal Azhar.

Pemilihan lokasi pelepasliaran di Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil kajian cepat yang dilakukan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat bersama dengan lembaga SINTAS Indonesia dengan penggunaan software Maximum Entropy.

“Untuk memprediksi lokasi pelepasliaran harimau Sumatera, Selain menggunakan software MaxEnt dilakukan juga survey lapangan untuk mengecek kondisi kesesuaian lokasi pelepasliaran harimau Sumatra, ” paparnya.

Hasil survey dari tim lapangan juga menjelaskan bahwa lokasi ini merupakan habitat yang ideal dan memiliki pakan yang cukup.

Baca Juga :  Ketua DPW PAN H. Bakri Tekankan Seluruh Kader untuk All Out Menangkan Monadi-Murison di Pilbup Kerinci

Dilepas di dua lokasi alam
Dua ekor Harimau Sumatera, Surya (jantan) dan Citra Kartini (betina) akhirnya dilepaskan.

Adapun pelepasliaran tersebut dilakukan pada dua lokasi zona inti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pada 7 dan 8 Juni.

Dua Ekor Harimau Sumatera Resmi Dilepas di Taman Nasional Kerinci Seblat
via Jambiupdate.co
“Pelepasan di dua lokasi ini untuk menghindari inbreeding atau kawin kerabat yang dapat menurunkan kualitas genetis keturunannya nanti. Jarak pelepasan kedua harimau Sumatera ini berkisar 15 km, ” kata Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Irzal Azhar.

Ini alasan TNKS dipilih jadi lokasi pelepasliaran dua harimau Sumatera
Pemilihan lokasi pelepasliaran di Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil kajian cepat yang dilakukan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat bersama dengan lembaga SINTAS Indonesia dengan penggunaan software Maximum Entropy.

“Untuk memprediksi lokasi pelepasliaran harimau Sumatera, Selain menggunakan software MaxEnt dilakukan juga survey lapangan untuk mengecek kondisi kesesuaian lokasi pelepasliaran harimau Sumatra, ” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Tanjabtim Dillah Hich dan Wabup Muslimin Tanja Tinjau Langsung Ambruknya Jembatan Kota Harapan

Hasil survey dari tim lapangan juga menjelaskan bahwa lokasi ini merupakan habitat yang ideal dan memiliki pakan yang cukup.

Berada di zona inti kawasan TNKS dan jauh dari pemukiman masyarakat juga menjadi alasan lain kenapa pelepasliaran dilakukan di sana.

“Hasil dari survey yang dilakukan BBTNKS dan Fauna & Flora Internasional (FFI) dari Tahun 2005 hingga 2021 menggunakan camera trap telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 93 individu harimau Sumatra di kawasan TNKS. Pada 2021 dan 2022 sebanyak 2 individu harimau Sumatra juga sebelumnya telah dilepas liarkan ke dalam kawasan TNKS, ” urainya.

Untuk diketahui, Surya dan Citra sebelumnya sempat di rawat di Suaka Satwa Harimau Sumatera Baramun di Desa Batu Nanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanlawas, Sumatera Utara.(Red*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Kerinci Kembali Terima Piagam WTP dari Kemenkeu RI, Sri Mulyani Indrawati
Kementerian Komunikasi dan Digital

Daerah

Komdigi Menerbitkan Aturan Baru Soal Registrasi Kartu Selular
Pemekaran Kerinci

Advertorial

Pemekaran Kerinci Terus Didorong, Bupati Monadi Klaim DOB Paling Siap

Advertorial

Baliho Menjamur di Jalanan Kabupaten Tanjab Timur, Sapril Siap Maju di Pilkada 2024

News

Tim Advokasi AZ-FER Resmi Laporkan dugaan Kampanye Sara ke Bawaslu
Hj.Hesti Alharis

Advertorial

Hesti Haris Dorong UMKM Jambi Angkat Ciri Khas Kuliner Lokal

Internasional

Rupiah Melemah Hingga Rp.16.611 Terendah Sejak Krisis Moneter 1998
Kemenko Polkam

Internasional

Kemenko Polkam Tinjau PDNS-2 Surabaya untuk Perkuat Ketahanan Layanan Digital Pemerintah