Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:16 WIB

Singapura Bangun Sistem Kliring Emas Regional, Enam Bank Global Bergabung

Oplus_131072

Oplus_131072

Singapura, http://Eksisjambi.com  – Singapura memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat perdagangan logam mulia dunia dengan membangun sistem kliring emas (gold clearing system) yang di jadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026.

Langkah strategis ini di nilai akan memperkuat infrastruktur perdagangan emas di kawasan Asia yang saat ini menjadi pasar terbesar konsumsi emas global.

Sejumlah bank besar internasional telah menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut. Enam lembaga perbankan yang telah bergabung dalam inisiatif ini antara lain JPMorgan Chase, Deutsche Bank, DBS Bank, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC), dan United Overseas Bank (UOB).

Pembangunan sistem kliring ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi, penyelesaian perdagangan, serta penyimpanan emas fisik bagi pelaku pasar internasional, termasuk bank sentral dan institusi keuangan besar.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem emasnya, Singapura juga akan menyediakan fasilitas penyimpanan emas yang aman bagi bank-bank sentral asing mulai Oktober 2026.

Baca Juga :  Wako Ahmadi Lepas Keberangkatan Santri/Santriwati

Fasilitas tersebut di dukung oleh kapasitas penyimpanan yang sangat besar, dengan total kemampuan penyimpanan mencapai lebih dari 2.000 ton emas yang telah tersedia di berbagai brankas (vault) berstandar internasional.

Keberadaan fasilitas ini di harapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor institusional dan bank sentral dalam menyimpan cadangan emas mereka di Singapura, yang di kenal memiliki stabilitas politik, sistem hukum yang kuat, serta lingkungan bisnis yang kondusif.

Pengembangan sistem kliring emas ini di lakukan di tengah meningkatnya peran Asia dalam pasar logam mulia global. Data industri menunjukkan bahwa negara-negara Asia menyumbang sekitar 70 persen dari total pembelian emas dunia, baik untuk kebutuhan investasi, perhiasan, maupun cadangan bank sentral.

Dengan dominasi permintaan tersebut, pembangunan infrastruktur perdagangan dan penyelesaian transaksi emas di anggap sebagai langkah logis untuk memperkuat posisi kawasan Asia dalam rantai pasok emas global.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Melonjak Rp35 Ribu, Tembus Rp2,584 Juta per Gram

Para analis menilai bahwa keberadaan sistem kliring regional dapat mempercepat transaksi lintas negara, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar emas internasional.

Selama beberapa tahun terakhir, Singapura terus berupaya memperkuat statusnya sebagai pusat perdagangan komoditas dan keuangan internasional. Selain menjadi hub perdagangan energi dan valuta asing, negara kota tersebut juga semakin aktif mengembangkan sektor logam mulia, termasuk emas.

Dengan dukungan bank-bank global dan kapasitas penyimpanan yang besar, sistem kliring emas yang akan di luncurkan pada akhir 2026 di perkirakan menjadi salah satu infrastruktur penting bagi perdagangan emas di kawasan Asia dan dunia.

Langkah ini sekaligus mencerminkan meningkatnya peran emas sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global serta tren di versifikasi cadangan devisa oleh berbagai bank sentral.**

Share :

Baca Juga

News

Ahmadi Zubir Ucapkan Selamat Kepada Edi Purwanto

Daerah

Stasiun Whoosh Dipadati Penumpang saat Libur Panjang, 53 Ribu Tiket Terjual

Bangko

Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan, Bupati M. Syukur Dampingi Gubernur Al Haris Tanam Padi dan Salurkan Bantuan BiosCF ISFL di Desa Seling

Advertorial

Pimpinan DPRD Provinsi Jambi Dorong Pemprov Tingkatkan Realisasi APBD

Nasional

Hadiri Rakernas di Jakarta, DPC PJS Waykanan Adakan Rapat Pengurus dan Anggota
Wali Kota Sungai Penuh Alfin melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI

Daerah

Wako Alfin Bertemu Wamenkes, Dorong Tambahan Fasilitas dan Dokter Spesialis

Daerah

Update 30 Kode Redeem MLBB 11 Februari 2026, Klaim Sekarang!

Internasional

Renah Kayu Embun Kawasan Perkebunan dan Pariwisata Andalan yang Masih Terisolir Jaringan Internet