SUNGAI PENUH, http://Eksisjambi.com – Kondisi Sungai Batang Marao yang melintasi wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh saat ini kian memprihatinkan. Aliran sungai tersebut di penuhi tumpukan sampah plastik yang di duga berasal dari ulah oknum warga yang terbiasa membuang sampah rumah tangga langsung ke sungai.
Pantauan di sejumlah titik menunjukkan berbagai jenis sampah plastik, seperti kantong kresek, botol minuman, hingga limbah rumah tangga lainnya, mengapung dan tersangkut di bantaran sungai. Kondisi ini di khawatirkan akan berdampak serius terhadap kelestarian ekosistem sungai serta kesehatan masyarakat yang masih memanfaatkan sungai tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Aktivis lingkungan Provinsi Jambi, Kusnadi, menyampaikan keprihatinannya atas perilaku tidak bertanggung jawab sebagian masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
“Kami sangat menyayangkan sikap oknum warga yang masih hobi membuang sampah sembarangan, khususnya ke Sungai Batang Marao. Sungai ini bukan tempat sampah, melainkan sumber kehidupan yang harus di jaga bersama,” ujar Kusnadi, Rabu(28/1/2026).
Menurutnya, pencemaran sungai oleh sampah plastik tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan biota air dan dapat memicu bencana seperti banjir akibat aliran sungai yang tersumbat.
Kusnadi menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan sampah, mulai dari sosialisasi kebersihan lingkungan, penyediaan tempat pembuangan sampah, hingga kegiatan gotong royong pembersihan sungai. Namun, langkah tersebut di nilai belum efektif karena masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat.
“Segala upaya sudah di lakukan pemerintah, tetapi tidak di gubrisi oleh oknum masyarakat. Tanpa kesadaran kolektif, masalah ini akan terus berulang,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Batang Marao dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung program pelestarian lingkungan yang di canangkan pemerintah.
Jika kondisi ini terus di biarkan, Sungai Batang Marao di khawatirkan akan mengalami kerusakan lingkungan yang lebih parah dan berdampak jangka panjang bagi generasi mendatang.**







