Caracas,Eksisjambi.com – Venezuela kembali mencuri perhatian dunia militer setelah memperkuat armada udaranya dengan jet tempur Sukhoi Su-30 Flanker buatan Rusia.
Kehadiran pesawat generasi modern ini di sebut-sebut menjadi faktor penyeimbang di langit Amerika Latin, sekaligus tantangan serius bagi dominasi udara Amerika Serikat.
Su-30 yang di operasikan Angkatan Udara Venezuela bukan hanya sekadar pesawat tempur biasa.
Dengan kemampuan multi-role fighter, jet ini bisa melaksanakan misi serangan udara ke udara, darat, hingga sasaran laut.
Persenjataannya juga tidak main-main dari rudal jarak menengah hingga rudal anti-kapal, menjadikan Su-30 sebagai momok menakutkan bagi siapa pun yang mencoba masuk wilayah udara Venezuela tanpa izin.
Lebih dari itu, pilot-pilot Venezuela mendapat pelatihan langsung dari instruktur Rusia.
Hal ini membuat kemampuan operasional mereka terus meningkat, sehingga efektivitas tempur Su-30 benar-benar optimal. Bagi Pentagon, perkembangan ini jelas menjadi sinyal bahaya.
Keberadaan jet tempur Rusia di kawasan Karibia bukan hanya persoalan militer, tetapi juga simbol geopolitik, Rusia seolah mengirim pesan bahwa pengaruhnya kini menjangkau “halaman belakang” Amerika Serikat.
Dengan Caracas yang semakin dekat dengan Moskow, ketegangan strategis di kawasan di perkirakan akan terus meningkat.
Pengamat militer menilai, langkah Venezuela ini akan membuat Washington lebih berhati-hati dalam menentukan sikap di Amerika Latin dan Kehadiran Su-30 di langit Venezuela bukan sekadar pamer kekuatan, melainkan juga tanda bergesernya peta pengaruh global. (*)







