Yogyakarta, http://Eksisjambi.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan hingga Jumat malam (24/4/2026) pukul 22.55 WIB. Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, status gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini masih berada pada Level III (Siaga).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya peningkatan aktivitas berupa guguran lava pijar dan potensi awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Aktivitas ini terpantau dari pos pengamatan resmi yang terus memonitor pergerakan material di puncak Merapi.
Dalam periode pengamatan terakhir, Gunung Merapi mengalami beberapa kali guguran lava dengan jarak luncur yang bervariasi, terutama ke arah barat daya. Selain itu, deformasi tubuh gunung masih menunjukkan adanya suplai magma dari dalam.
Asap kawah terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, yang menandakan aktivitas gas vulkanik masih berlangsung. Kondisi cuaca di sekitar gunung relatif cerah hingga berawan, sehingga pengamatan visual dapat di lakukan secara optimal.
Dengan status Siaga, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang telah di tetapkan. PVMBG merekomendasikan:
Tidak beraktivitas di sektor selatan-barat daya dalam radius 5–7 km dari puncak
Mengantisipasi bahaya lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di Merapi
Menggunakan masker bagi warga yang terdampak hujan abu
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus bersiaga dan berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga di kawasan rawan bencana (KRB).
Sejauh ini belum ada laporan pengungsian besar-besaran. Namun, warga yang tinggal di kawasan rawan diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Posko pemantauan dan jalur evakuasi telah di siapkan sebagai langkah antisipasi.
Ahli vulkanologi menyebutkan bahwa aktivitas Gunung Merapi masih fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pemantauan intensif terus di lakukan untuk mendeteksi potensi peningkatan aktivitas yang lebih besar.**







