Pasaman,EksisJambi.com – Pemerintah pusat merespons cepat video viral seorang bidan yang nekat menyeberangi sungai deras demi merawat pasien di pelosok Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Video heroik yang memperlihatkan bidan Dona Lubis berenang menyeberangi arus sungai tanpa adanya jembatan itu mengundang keprihatinan publik dan langsung ditindaklanjuti oleh berbagai pihak.
Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat, Andre Rosiade, menyatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Pasaman dan Wakil Gubernur Sumatera Barat guna mendorong pembangunan infrastruktur jembatan di daerah tersebut.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati dan Wagub Sumbar, agar Bupati segera berkirim surat kepada Menteri PUPR,” ujar Andre melalui unggahan di media sosialnya, Selasa (5/8/2025).
Politisi Partai Gerindra itu juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) agar pemerintah pusat bisa segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut.
“Alhamdulillah magrib kemarin, Pak Bupati sudah mengirimkan suratnya ke saya dan surat tersebut sudah saya teruskan ke Menteri PU,” jelasnya.
Andre Rosiade yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk meninjau langsung lokasi dan memastikan proses pembangunan berjalan.
“Insya Allah, 13 Agustus saya bersama Kepala Balai dan Wakil Gubernur akan datang langsung ke Pasaman untuk melihat lokasi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan yang selama ini menjadi harapan masyarakat setempat akan segera direalisasikan oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah Presiden Prabowo akan segera bangun jembatan yang viral di Pasaman,” tegasnya.
Sebelumnya, publik dibuat terenyuh oleh video viral yang memperlihatkan bidan Dona Lubis, seorang tenaga kesehatan yang rela menyeberangi sungai berarus deras demi mengunjungi pasiennya di daerah terpencil.
Peristiwa itu terjadi di Jorong Sinuangon, Nagari Batang Kundur, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Karena tidak adanya jembatan penghubung, sang bidan harus mempertaruhkan nyawanya agar bisa sampai ke rumah pasien yang membutuhkan pertolongan.
Aksi berani dan penuh dedikasi dari Dona Lubis menuai pujian luas dan mendorong pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata.(*)







