Kuala Tungkal, http://Eksisjambi.com– Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., secara resmi membuka kegiatan Seminar Sinergi Lintas Sektor Membangun Desa Ramah Perempuan dan Perlindungan Anak (DRPPA) dalam rangka mewujudkan Tanjung Jabung Barat Berkah Madani serta mendukung Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini di selenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan berlangsung di Balai Pertemuan, Senin (22/12).
Seminar tersebut menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Deni Kamaludin, M.Ag., CIFA., Guru Besar Fakultas Ekonomi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Turut hadir Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Ketua GOW Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para Kepala OPD terkait, para Camat, Lurah, Kepala Desa, pengurus GOW, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), pimpinan organisasi wanita dan organisasi kemasyarakatan, mahasiswa IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, serta tamu undangan lainnya.
Ketua GOW Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Marina Septiani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar ini di latarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan serta pelecehan dan kekerasan terhadap anak, yang tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga mulai merambah hingga ke desa-desa.
“Desa merupakan akar kehidupan masyarakat. Apabila sistem perlindungan di tingkat desa belum kuat, maka perempuan dan anak akan menjadi kelompok yang paling rentan. Melalui seminar ini, kami mendorong pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya perlindungan hingga ke tingkat desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marina menjelaskan bahwa konsep Desa Ramah Perempuan dan Perlindungan Anak bertumpu pada lima pilar utama, yakni kebijakan dan kelembagaan yang responsif gender, peningkatan partisipasi perempuan, pelayanan dasar yang inklusif, ketersediaan data terpilah gender dan anak, serta terciptanya lingkungan desa yang aman dan bebas dari kekerasan.
Sementara itu, Wakil Bupati Katamso, dalam sambutannya menyampaikan salam dari Bupati Tanjung Jabung Barat yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan agenda dinas di Provinsi Jambi.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang di susun selaras dengan kebijakan dan prioritas nasional. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah menetapkan sekitar 26 desa replika ramah perempuan dan peduli anak yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
“Penetapan desa replika ini harus di ikuti dengan langkah nyata dan berkelanjutan, agar perempuan semakin berdaya dan anak-anak semakin terlindungi sebagai modal utama pembangunan daerah,” tegasnya.
Selain itu, Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus berupaya meningkatkan capaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Setelah sebelumnya meraih kategori Madya, pada tahun 2024 berada pada kategori Pratama, dan pada tahun 2025 di targetkan kembali mengalami peningkatan.
Ia mengapresiasi GOW Kabupaten Tanjung Jabung Barat atas terselenggaranya seminar ini serta kehadiran narasumber nasional yang di harapkan mampu memperkaya wawasan peserta dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat di tindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Seminar ini di harapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi bahan perumusan kebijakan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan gender, dan ramah anak,” pungkasnya.(*)







