Home / Advertorial / Daerah / News / Tanjab Barat

Jumat, 1 Maret 2024 - 21:26 WIB

Wabup Tanjab Barat Buka Secara Resmi FGD Penyusunan MRI Serta RTP

Eksisjambi com,Tungkal- Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat H. Hairan, SH, menghadiri dan membuka acara Forum Grup Diskusi (FGD) Penyusunan dan Evaluasi Manajemen Risiko Indeks (MRI) serta Rencana Tindak Pengendalian (RTP) di Golden Harvest Hotel, Kota Jambi, Jum’at, (01/03/2024).

Acara yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Tanjabbar bekerja sama dengan Perwakilan BPKP Provinsi Jambi tersebut juga dihadiri oleh Pj. Sekda Tanjabbar, H. Dahlan, S. Sos., MM, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi/diwakili, serta diikuti oleh para kepala OPD, para Sekretaris/Kasubbag Perencanaan, dan para operator se-Kabupaten Tanjabbar.

Dalam sambutan, Wakil Bupati Hairan menekankan pentingnya Manajemen Risiko bagi sebuah organisasi serta untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan secara ringkas bahwa manajemen risiko terdiri dari empat kegiatan utama: mengidentifikasi risiko, mengukur dampak dan frekuensinya, memitigasi risiko, dan memantau pengendalian risiko.

Baca Juga :  Jaringan Internet di Muara Emat Kian Mantap, Gubernur Al Haris Langsung Tes Video Call Beberapa Kerabat Muara Emat

“Manajemen risiko ini sangat penting dan strategis sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kita selaku pemerintah daerah untuk mengantisipasi risiko dan meminimalkan dampaknya,” ungkap Wakil Bupati Hairan.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Hairan meminta kepada seluruh peserta FGD Manajemen Risiko Indeks agar terus mempelajari dan mengacu pada Peraturan Bupati Tanjung Jabung Barat Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengelolaan Risiko Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baca Juga :  Tim Disiplin DPKA BKPSDMD Kerinci Sidak Puskesmas Tamiai, Tegakkan Disiplin ASN

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Tanjabbar, Istiqalia, menjelaskan bahwa tujuan dari FGD ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para petugas dalam menyusun Manajemen Risiko serta Rencana Tindak Pengendalian pada OPD tahun 2024, dengan hasil berupa dokumen risk register dan RTP yang terstruktur.

“FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko, menyediakan informasi risiko, dan meminimalkan kerugian akibat risiko yang mungkin terjadi di perangkat daerah maupun di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” kata Istiqalia.

Acara FGD berlangsung selama tiga hari dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi Inspektorat serta OPD dalam mengelola risiko-risiko pemerintahan dan pembangunan.(adibae)

Share :

Baca Juga

Daerah

Sungai Penuh menjadi Tuan Rumah Rakor Camat Se-Provinsi Jambi

Kota Sungai Penuh

Fikar-Yos Malah Disambut Hangat Warga Koto Baru, Walau Sempat Dihadang Beberapa oknum.

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Mendorong bagaimana SAD memiliki satu Kawasan Khusus sebagai Wilayah Bagi SAD
Cek Bansos dan Desil Lewat Ponsel

Daerah

Masyarakat Kini Bisa Cek Bansos dan Desil Lewat Ponsel, Ini Caranya
Penemuan Mayat di Kerinci

Daerah

Warga Digegerkan Penemuan Jasad Pria di Perladangan Sungai Batu Gantih Kerinci

Advertorial

ketua DPRD Lendra Hadiri HUT Bank Jambi Ke-61 Tahun 2024

Advertorial

Ketua DPRD Jambi: Regulasi Jalan Baru Bara Sudah Ada, Masalahnya Para Pihak Tidak Patuh

Advertorial

Gubernur Al Haris Saksikan Sertijab Kepala Kanwil Kemenkumham Jambi