Kebumen,http://Eksisjambi.com – Inovasi pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat terus berkembang di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di wilayah ini, muncul konsep wisata unik berupa sistem “bayar seikhlasnya” atau tanpa tarif resmi tiket masuk (HTM), yang sepenuhnya di kelola oleh masyarakat setempat.
Salah satu destinasi yang di kenal sebagai pelopor konsep tersebut adalah Pantai Kembar Terpadu. Pantai ini menjadi contoh bagaimana pengelolaan wisata dapat berjalan dengan baik meski tanpa tarif masuk yang di tentukan.
Terletak di Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong, pantai ini menawarkan panorama khas pesisir selatan dengan hamparan pasir hitam yang lembut. Tidak hanya menjadi tempat rekreasi, kawasan ini juga memiliki fungsi penting sebagai area konservasi penyu, yang turut di jaga oleh masyarakat dan pengelola setempat.
Konsep “bayar seikhlasnya” di terapkan melalui penyediaan kotak donasi di pintu masuk. Pengunjung bebas memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan keikhlasan mereka. Dana yang terkumpul kemudian di gunakan untuk mendukung operasional, kebersihan kawasan, serta kegiatan konservasi lingkungan.
Pengelolaan sistem ini berada di bawah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat yang secara aktif menjaga fasilitas dan kenyamanan pengunjung. Meskipun tanpa tarif resmi, fasilitas dasar seperti area parkir, warung makan, hingga tempat istirahat tetap tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.
Ketua pengelola setempat menyebutkan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus membangun kesadaran bahwa pariwisata dapat berkembang melalui partisipasi bersama.
“Konsep ini bukan sekadar soal gratis atau murah, tetapi bagaimana membangun rasa memiliki. Pengunjung ikut berkontribusi menjaga keberlanjutan wisata,” ujarnya.
Model wisata berbasis donasi ini di nilai mampu menjadi alternatif pengelolaan destinasi, khususnya di daerah yang mengandalkan swadaya masyarakat. Selain memberikan akses wisata yang lebih inklusif, sistem ini juga mendorong transparansi dan tanggung jawab bersama antara pengelola dan pengunjung.
Dengan pendekatan tersebut, Pantai Kembar Terpadu di harapkan terus berkembang sebagai destinasi ramah wisatawan sekaligus contoh praktik pengelolaan wisata berkelanjutan di Indonesia.**







