Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Religi

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:30 WIB

10 Jasad Yang Tidak Akan Hancur Disebut dalam Kitab Ulama

Oplus_131072

Oplus_131072

Religi, EksisJambi.com – Dalam khazanah literatur Islam, terdapat sejumlah riwayat yang menyebutkan tentang golongan manusia yang jasadnya tidak hancur di dalam tanah setelah wafat. Keterangan ini di nukil dalam sebagian kitab para ulama dan menjadi pembahasan yang menarik bagi umat Islam.

Salah satu keterangan tersebut di nisbatkan kepada Syekh Ali Al-Wana’i رحمه الله, yang menyebutkan bahwa telah datang dalam suatu khabar mengenai sepuluh golongan manusia yang jasadnya tidak hancur di dalam tanah.

Keterangan tersebut tercantum dalam kitab Is’adur Rafiq, yang menyebutkan golongan sebagai berikut:

10 Golongan yang Disebut Jasadnya Tidak Hancur

  1.  Nabi
  2.  Orang alim, yakni ulama yang mengamalkan ilmunya
  3.  Orang yang mati syahid
  4.  Orang yang hafal Al-Qur’an dan mengamalkannya
  5.  Muazin, orang yang mengumandangkan azan
  6.  Pemimpin yang adil
  7.  Perempuan yang meninggal dunia dalam keadaan nifas
  8.  Orang yang terbunuh karena di zalimi
  9.  Orang yang meninggal pada malam Jumat
  10.  Orang yang meninggal pada siang hari Jumat
Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Jambi Ajak Masyarakat Olahraga dan Bergembira Bersama

Riwayat ini menjadi pengingat akan kemuliaan amal dan kedudukan tertentu dalam Islam, sekaligus memotivasi umat untuk memperbaiki kualitas iman dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, para ulama memberikan catatan penting terkait keterangan tersebut. Secara tegas dalam hadits shahih di sebutkan bahwa jasad para Nabi tidak di makan oleh tanah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi.” (HR. Abu Dawud)

Hadits ini menjadi landasan kuat bahwa jasad para Nabi memang di jaga oleh Allah SWT dari kehancuran di dalam tanah.

Baca Juga :  Amalan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani untuk Memohon Rezeki yang Cukup dan Husnul Khatimah, Ini Bacaan Doanya

Adapun selain para Nabi, penyebutannya dalam sejumlah kitab berasal dari atsar, khabar, atau riwayat ulama, yang tingkat kekuatan dalilnya tidak seluruhnya mencapai derajat hadits shahih. Karena itu, para ulama biasanya menutup pembahasan dengan ungkapan Wallahu a’lam, Allah yang Maha Mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Terlepas dari perbedaan tingkat kekuatan riwayat, pesan moral dari keterangan tersebut sangat jelas: Islam memuliakan ilmu, keadilan, pengorbanan, serta amal saleh yang istiqamah.

Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita husnul khatimah, memuliakan kehidupan kita di dunia dengan amal yang di ridhai, serta memuliakan kita di akhirat kelak. Aamiin.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Penutupan Jambore PKK, Pj.Bupati Asraf Terkesan lomba Masakan Pangan lokal Untuk Mencegah Stunting 
Pelantikan Eselon II

Advertorial

8 Pejabat Eselon II Dilingkup Pemkab Tanjab Timur Dilantik Bupati
Konjungsi Bulan dan Jupiter akan menghiasi langit pagi pada 9 September 2026

Daerah

Konjungsi Bulan dan Jupiter Hiasi Langit Pagi 9 September 2026, Bisa Disaksikan Tanpa Alat

Daerah

Wawako Antos Hadiri Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak

Daerah

Politis Muda Syufrayogi Syaiful,S.IP.,MH Terpilih Menjadi Ketua Pemuda Pancasila Tanjab Barat

Daerah

Seorang Pria Di Tebo Tenggelam Saat Berenang Di Danau

Daerah

Bupati Tanjab Barat Membuka Secara Resmi Kegiatan Festival Arakan Sahur Ke Dua

Daerah

Gua Tiangko Panjang: Hunian Prasejarah Tertua Jambi yang Angkanya Tak Pernah Sama Dua Kali