JAKARTA – Asam urat tinggi sering kali di anggap sepele karena gejalanya mirip pegal biasa, Padahal, jika di biarkan, penumpukan asam urat dapat memicu kerusakan sendi hingga mengganggu fungsi ginjal.
Kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan tubuh membuang racun dan cairan, yang berujung pada pembengkakan dan nyeri kronis.
Berikut enam tanda yang bisa menjadi peringatan bahwa kadar asam uratmu sudah tinggi dan ginjal mulai terganggu:
1. Kaki sering bengkak, Asam urat tinggi menyebabkan kristal menumpuk di persendian. Jika ginjal mulai bermasalah, cairan tubuh tidak bisa di buang secara optimal sehingga menyebabkan kaki tampak bengkak, terutama di pergelangan atau punggung kaki.
2. Nyeri menusuk saat berjalan, Rasa nyeri yang muncul biasanya tajam, seperti di tusuk jarum atau terbakar. Ini terjadi karena sendi di kaki sudah di penuhi kristal asam urat yang mengiritasi jaringan sekitar.
3. Kulit kaki kemerahan dan terasa panas, Peradangan akibat penumpukan asam urat membuat kulit di sekitar sendi menjadi merah, panas, dan sulit di sentuh karena nyerinya sangat kuat. Kondisi ini paling sering terjadi di bagian jempol kaki.
4. Muncul benjolan keras (tofi), Tofi adalah endapan kristal asam urat yang menumpuk dalam jaringan tubuh selama bertahun-tahun. Biasanya muncul di jempol kaki, pergelangan, atau siku. Jika tidak di obati, tofi bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen.
5. Kram di malam Hari ketiga, Ketika fungsi ginjal terganggu, keseimbangan elektrolit dalam tubuh ikut berubah. Akibatnya, otot kaki mudah mengalami kram atau kaku, terutama saat malam hari atau dini hari.
6. Perubahan warna kulit dan kukuSirkulasi darah ke kaki yang tidak lancar karena komplikasi ginjal dapat membuat kulit terlihat kusam, menggelap, dan kuku menjadi rapuh atau mudah patah.
Jika kamu mulai mengalami beberapa gejala di atas, jangan di abaikan. Segera periksa kadar asam urat dan fungsi ginjal ke dokter.
Penanganan dini dapat mencegah kerusakan sendi lebih parah serta menjaga ginjal tetap berfungsi dengan baik.
Kesehatan sendi dan ginjal saling berkaitan jaga pola makan, perbanyak minum air putih, dan hindari makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, serta minuman manis berfruktosa tinggi.(*)







