EksisJambi.com- Industri pertahanan dalam negeri kembali menorehkan pencapaian membanggakan. PT Infoglobal Avionics secara resmi memperkenalkan WANI-23, sebuah drone intai kategori Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang sepenuhnya dikembangkan secara mandiri di Indonesia.
WANI-23 menjadi bukti nyata kemampuan anak bangsa dalam menguasai teknologi tinggi. Menurut keterangan resmi dari situs PT Infoglobal, nama “Wani” diambil dari bahasa Jawa yang berarti “berani”, mencerminkan semangat kemandirian dan inovasi yang menjadi landasan utama pengembangan sistem ini. Sedangkan angka “23” menandakan tahun dimulainya proyek, yaitu tahun 2023.
Menariknya, drone ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sangat tinggi. Hampir seluruh bagian dari WANI-23—termasuk rangka, avionik, hingga mesin—dikembangkan secara in-house oleh tim riset dan rekayasa PT Infoglobal. Hal ini menandai langkah maju signifikan menuju kemandirian teknologi pertahanan nasional.
Dalam proses pengembangannya, PT Infoglobal mengandalkan tim kecil yang terdiri dari 5 insinyur utama dan 5 asisten teknisi, namun berhasil menciptakan produk unggulan hanya dalam kurun waktu dua tahun. Seluruh biaya riset dan pengembangan dibiayai secara mandiri tanpa sokongan dana pemerintah atau pihak luar.
“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kami tidak sekadar membuat drone, kami membangun fondasi kemandirian teknologi bangsa,” tulis PT Infoglobal dalam pernyataan resminya.
Drone WANI-23 digadang-gadang akan menjadi tulang punggung sistem pengawasan udara nasional di masa mendatang. Dengan kemampuan terbang di ketinggian menengah dan durasi terbang lama, WANI-23 ideal digunakan untuk berbagai misi seperti pengintaian, pemantauan wilayah perbatasan, hingga patroli maritim.
Langkah berani PT Infoglobal ini memperkuat posisi industri pertahanan swasta dalam negeri sebagai pemain yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jika terus didukung dan dikembangkan, WANI-23 berpotensi menjadi produk ekspor unggulan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap alutsista luar negeri.
Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan dalam negeri untuk turut serta membangun ekosistem pertahanan yang mandiri dan berdaya saing global.(*)







