Home / Internasional / Nasional / News

Senin, 23 Juni 2025 - 11:33 WIB

Protes Massal di AS Usai Serangan ke Iran, Warga Teriakkan: “TRUMP HARUS PERGI – Tidak Ada Perang Atas Nama Kami”

Eksisjambi.com- Amerika Serikat kembali diguncang gelombang protes besar-besaran setelah pemerintah melancarkan serangan militer terhadap Iran. Ribuan warga turun ke jalan di berbagai kota besar, menentang keputusan tersebut dan menyuarakan kemarahan terhadap Presiden Donald Trump.

Keputusan Pemerintah Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer ke Iran memicu kemarahan publik. Protes massal terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Washington D.C., New York, Los Angeles, dan Chicago. Massa aksi meneriakkan slogan keras: “TRUMP HARUS PERGI” dan “TIDAK ADA PERANG ATAS NAMA KAMI”, menandakan penolakan luas terhadap eskalasi konflik luar negeri.

Aksi demonstrasi ini diorganisir oleh berbagai kelompok sipil, mahasiswa, aktivis anti-perang, serta komunitas keagamaan yang menilai bahwa serangan terhadap Iran tidak hanya sembrono, tapi juga berpotensi memicu perang besar yang tak diinginkan rakyat Amerika.

“Ini bukan tentang Iran saja. Ini tentang bagaimana pemerintahan saat ini terus mengambil keputusan yang mengorbankan nyawa warga sipil dan tentara kita demi kepentingan politik,” ujar Sarah Mitchell, seorang pengunjuk rasa di New York yang tergabung dalam gerakan No War Coalition.

Baca Juga :  Bupati Dillah Hich Pertajam Rencana Hilirisasi Kelapa Dalam Saat Audiensi Bersama Bappenas

Para demonstran membawa berbagai poster bertuliskan: “No More Blood for Oil”, “Diplomacy Not Bombs”, dan “Impeach Trump Now”.

Di depan Gedung Putih, ribuan orang berkumpul dengan nyala lilin dalam aksi diam yang menggambarkan duka dan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan global.

Gedung Putih melalui juru bicara presiden menyatakan bahwa serangan ke Iran dilakukan sebagai tindakan “pertahanan strategis” terhadap ancaman yang dianggap serius terhadap keamanan nasional. Namun, penjelasan ini tidak mampu meredam gelombang kemarahan publik.

Banyak pengamat politik menilai langkah militer tersebut sebagai upaya pengalihan isu domestik, mengingat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Trump belakangan ini terus menurun.

Terlebih lagi, tahun pemilihan presiden semakin dekat, membuat sebagian besar publik berspekulasi bahwa tindakan ini bermuatan politis. Bersamaan dengan protes di dalam negeri, sejumlah negara sahabat dan organisasi internasional turut mengecam serangan ke Iran dan menyerukan agar Amerika segera menempuh jalur diplomatik.

Baca Juga :  Bupati H. Adirozal Hadiri Safari Ramadhan Pemkab Kerinci di Siulak Mukai

Sementara itu, Pemerintah Iran dalam pernyataan resminya menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi dan berjanji akan melakukan pembalasan. Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka antara kedua negara.

Gerakan protes ini diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan, dengan rencana demonstrasi nasional yang akan digelar serentak pada akhir pekan. Aktivis dan tokoh masyarakat menyerukan solidaritas luas dan menegaskan bahwa suara rakyat harus menjadi kekuatan penyeimbang terhadap kebijakan negara. “Amerika dibangun atas demokrasi, bukan dominasi,” ujar Rev. Thomas Lee,

seorang pendeta dari Los Angeles yang ikut memimpin doa bersama di tengah aksi dan Gelombang protes ini menjadi pengingat bahwa kebijakan luar negeri tidak hanya berdampak ke luar negeri, tetapi juga menciptakan gejolak sosial dan politik di dalam negeri. Warga Amerika kini bersatu dalam satu suara, “Kami tidak ingin perang. Kami ingin damai.”(*)

 

Share :

Baca Juga

Ngabuburit di Jantung Kota Sungai Penuh

Daerah

Semarak Ramadhan 1447 H, Kota Sungai Penuh Jadi Magnet Pemburu Takjil dan Lokasi Favorit Ngabuburit

Daerah

Sekda Alpian Pimpin Upacara Gabungan ASN, Soroti Disiplin dan Kemacetan di Lingkungan Pemkot Sungai Penuh

News

Wagub Sani : Job Fair Dapat Tekan Tingkat Kemiskinan dan Mengurangi Kesenjangan Ekonomi Masyarakat

Daerah

Anggota DPRD Tanjab Barat Jamal Darmawan :  “Upaya Ketahanan Pangan Kabupaten Jangan Hanya Sebatas Wacana”

Advertorial

Bupati Monadi Resmi Lepas 326 Jemaah Calon Haji Kabupaten Kerinci
Kode Redeem Free Fire Terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru 12 Maret 2026, Klaim Skin Senjata 

Advertorial

Sebagai Wujud Kepedulian Sesama Di Bulan Ramadhan, RSU Setia Budi Bagikan Paket Sembako Dan Santuni Anak Yatim
Pemerintah targetkan 34 proyek PLTSa di 34 kota pada 2026–2027

Daerah

Target 34 PLTSa di 34 Kota, Pemerintah Genjot Solusi Krisis Sampah Nasional