Eksisjambi.com – Indonesia kembali menegaskan dominasinya di pasar global sebagai penghasil utama kemenyan berkualitas tinggi. Gelar “raja kemenyan dunia” pantas disematkan, mengingat negeri ini menjadi rumah bagi pohon Styrax benzoin, jenis kemenyan unggulan yang tumbuh subur di kawasan hutan Sumatera.
Getah harum dari pohon kemenyan telah lama menjadi komoditas ekspor unggulan, dikirim ke berbagai belahan dunia seperti India, Timur Tengah, Tiongkok, hingga Eropa. Produk ini digunakan dalam berbagai keperluan, mulai dari ritual keagamaan, dupa, parfum, hingga pengobatan tradisional.
Ciri khas kemenyan Indonesia terletak pada aromanya yang lembut, menenangkan, dan tahan lama, menjadikannya sangat diminati pasar internasional. Keunggulan ini tak lepas dari teknik penyadapan tradisional yang dilakukan petani lokal dengan kearifan turun-temurun. Uniknya, proses penyadapan baru bisa dimulai saat pohon telah berusia sekitar 10 tahun, menjadikannya komoditas bernilai tinggi.
Sepanjang tahun 2024, volume ekspor kemenyan Indonesia tercatat mencapai 43.000 ton. Nilai ekspornya pun fantastis, yakni lebih dari US$52 juta atau setara dengan Rp 847 miliar.
Dengan potensi besar dan permintaan yang terus meningkat, Indonesia memiliki peluang emas untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar global kemenyan, sekaligus mengangkat kesejahteraan petani lokal di daerah penghasil.(*)







