Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / Nasional / News / Sosbud

Kamis, 28 Agustus 2025 - 06:58 WIB

Fosil Rantai Babi Samban Alami dari Sumatera

Oplus_131072

Oplus_131072

Sumatera,eksisjambi.com – Sebuah benda langka kembali mencuri perhatian publik di Sumatera. Fosil yang disebut sebagai Rantai Babi (eksisjambi.comhttps://eksisjambi.com/misteri-rantai-babi-asli-tembus-cahaya/.html) Samban Alami ini di kabarkan memiliki keunikan luar biasa.

Berbeda dengan fosil pada umumnya, benda ini terbentuk menyerupai rantai dengan jumlah mata mencapai 19 butir.

 Keistimewaannya semakin menonjol karena setiap mata fosil tampak tembus cahaya dengan warna bening kekuningan.

“Punya Ciri Unik: Tembus Cahaya dan Berwarna Kuning”

Berdasarkan penuturan warga setempat, mata pada rantai babi (eksisjambi.com) tersebut bukan hanya sekadar fosil biasa.

 Saat di terangi cahaya, butiran pada rantai memancarkan kilauan transparan layaknya batu mulia.

Baca Juga :  Walikota Serahkan SK P3K Formasi Guru Jajaran Pemkot Sungai Penuh.

Warna kuning bening yang terlihat dari setiap mata menjadikannya semakin istimewa dan sulit di temukan pada fosil serupa di daerah lain.

“Uji Sederhana: Di lempar ke Piring, Terdengar Suara Besi”

Salah satu keanehan dari Rantai Babi(eksisjambi.comhttps://eksisjambi.com/misteri-rantai-babi-asli-tembus-cahaya/.html) Samban ini muncul saat di lakukan uji sederhana oleh warga.

 Fosil tersebut di lemparkan ke atas piring, dan bukannya menghasilkan bunyi retakan seperti batu biasa, justru terdengar suara dentuman menyerupai logam atau besi.

 Fenomena inilah yang membuat banyak orang semakin penasaran akan kandungan mineral di dalamnya.

“Benda Langka Bernilai Historis dan Mistis”

Sejumlah kolektor benda antik dan penggemar batu fosil menyebut Rantai Babi (eksisjambi.comhttps://eksisjambi.com/misteri-rantai-babi-asli-tembus-cahaya/.html) Samban Alami sebagai peninggalan langka yang bernilai tinggi.

Baca Juga :  ERNITA,SPd Kepala SDN 025/XI Desa Gedang Kota Sungai Penuh Mengucapkan Selamat & Sukses

Selain memiliki nilai sejarah, sebagian masyarakat juga mengaitkannya dengan nuansa mistis, mengingat bentuk serta pancaran cahaya dari mata rantai di anggap membawa daya tarik tersendiri.

“Potensi Penelitian Ilmiah”

Hingga kini, belum ada kajian ilmiah resmi mengenai komposisi mineral dan usia fosil unik ini.

 Para pemerhati sejarah alam berharap fosil tersebut dapat di teliti lebih lanjut oleh para ahli geologi maupun arkeologi, sehingga dapat di ketahui asal-usul pembentukannya secara lebih pasti.(*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Wako Alfin Hadiri Kenduri Sko Mariwok, Tekankan Regenerasi Adat

Advertorial

Gubernur Al Haris Raih Pengharagaan Top GPR Figure Award 2024

Daerah

Kode Redeem Free Fire MAX Beredar Klaim Gratis Sebelum Kedaluwarsa

Daerah

Prabowo Minta Bunga Kredit Rakyat Kecil Turun di Bawah 9 Persen

Advertorial

Pemdes Paseban Salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Tahun 2024

Advertorial

Wagub Sani : Ridho Orang Tua Kunci Sukses di Masa Depan

Bangko

Tim Evaluator UNESCO Terpesona Dengan Struktur Batuan Purba Serintik Hujan Paneh
Gubernur Jambi Al Haris menabur 10.000 benih ikan di Bendungan Air PLTA Danau Kerinci

Daerah

Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan