Karimun,eksisjambi.com – Pulau Karimun Besar di Indonesia dan Kukup di Johor, Malaysia, hanya di pisahkan jarak sekitar 16 kilometer.
Meski begitu dekat, hingga kini belum ada jembatan maupun terowongan yang menghubungkan langsung Tanjung Balai Karimun dengan Kukup.
Akses transportasi antarwilayah masih sepenuhnya mengandalkan kapal feri penumpang.
Sejak lebih dari satu dekade lalu, sejumlah rencana ambisius sempat mengemuka, Pada 2013-2014, pernah muncul gagasan pembangunan Jembatan Sumatera–Semenanjung Melayu.
Proyek itu di rancang sepanjang 41-45 kilometer, dengan segmen utama menghubungkan Pulau Karimun Besar ke Kukup sekitar 20 kilometer.
Nilai investasi untuk segmen Karimun – Kukup di perkirakan mencapai Rp 12 triliun, sementara total biaya keseluruhan proyek mencapai Rp 58 triliun.
Selain itu, usulan lain berupa terowongan bawah laut Johor-Riau Link sepanjang 17–18 kilometer juga sempat di bahas.
Rencana tersebut di taksir membutuhkan dana fantastis sekitar 12,5 miliar dolar AS, dengan ketertarikan pendanaan dari EXIM Bank Tiongkok. Namun, hingga kini status proyek-proyek itu masih sebatas kajian di atas kertas.
Ada beberapa faktor yang membuat wacana penghubung fisik Karimun-Kukup sulit terwujud. Pertama, hambatan teknis dan legal.
Jalur Selat Malaka-Singapura merupakan salah satu lintasan laut tersibuk di dunia dan Pembangunan jembatan besar atau terowongan tentu membutuhkan studi mendalam, izin internasional, serta regulasi yang sangat ketat.
Kedua, biaya proyek yang sangat tinggi. Skala pembangunan lintas negara menuntut kerja sama pemerintah Indonesia dan Malaysia, termasuk model pembiayaan yang jelas dan berkelanjutan.
Ketiga, manfaat ekonomi yang masih dipertanyakan, Beberapa kajian menyebutkan, tanpa konektivitas langsung ke kota besar seperti Medan atau Jakarta, arus lalu lintas dan potensi ekonomi jalur ini belum tentu sebanding dengan biaya yang diinvestasikan.
Untuk saat ini, transportasi feri tetap menjadi pilihan utama. Layanan reguler feri menghubungkan Tanjung Balai Karimun dengan Kukup Ferry Terminal di Johor.
Dari Kukup, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan jaringan darat dan bus lokal menuju berbagai kota di Malaysia.
Meski jembatan atau terowongan Karimun – Kukup masih sebatas mimpi, banyak pihak menilai hubungan antarwilayah tetap bisa ditingkatkan lewat perbaikan layanan transportasi laut dan kerja sama ekonomi lintas batas.(*)







