Home / Artikel / Internasional / Nasional / Nasional / News

Selasa, 2 September 2025 - 09:50 WIB

Jembatan Karimun – Malaysia, Mimpi Besar yang Belum Terwujud

jembatan karimun- Malaysia

jembatan karimun- Malaysia

Karimun,eksisjambi.com –  Pulau Karimun Besar di Indonesia dan Kukup di Johor, Malaysia, hanya di pisahkan jarak sekitar 16 kilometer.

Meski begitu dekat, hingga kini belum ada jembatan maupun terowongan yang menghubungkan langsung Tanjung Balai Karimun dengan Kukup.

 Akses transportasi antarwilayah masih sepenuhnya mengandalkan kapal feri penumpang.

Sejak lebih dari satu dekade lalu, sejumlah rencana ambisius sempat mengemuka, Pada 2013-2014, pernah muncul gagasan pembangunan Jembatan Sumatera–Semenanjung Melayu.

Proyek itu di rancang sepanjang 41-45 kilometer, dengan segmen utama menghubungkan Pulau Karimun Besar ke Kukup sekitar 20 kilometer.

Nilai investasi untuk segmen Karimun – Kukup di perkirakan mencapai Rp 12 triliun, sementara total biaya keseluruhan proyek mencapai Rp 58 triliun.

Selain itu, usulan lain berupa terowongan bawah laut Johor-Riau Link sepanjang 17–18 kilometer juga sempat di bahas.

Baca Juga :  MTQ Tingkat Kabupaten Tebo Resmi Ditutup Pj Bupati, Rimbo Ilir Jadi Juara Umum

Rencana tersebut di taksir membutuhkan dana fantastis sekitar 12,5 miliar dolar AS, dengan ketertarikan pendanaan dari EXIM Bank Tiongkok. Namun, hingga kini status proyek-proyek itu masih sebatas kajian di atas kertas.

Ada beberapa faktor yang membuat wacana penghubung fisik Karimun-Kukup sulit terwujud. Pertama, hambatan teknis dan legal.

Jalur Selat Malaka-Singapura merupakan salah satu lintasan laut tersibuk di dunia dan Pembangunan jembatan besar atau terowongan tentu membutuhkan studi mendalam, izin internasional, serta regulasi yang sangat ketat.

Kedua, biaya proyek yang sangat tinggi. Skala pembangunan lintas negara menuntut kerja sama pemerintah Indonesia dan Malaysia, termasuk model pembiayaan yang jelas dan berkelanjutan.

Baca Juga :  21 Atlit Renang Merangin Dilepas Oleh Bupati H M Syukur ke Kejuaraan Ocean Star Cup 2025

Ketiga, manfaat ekonomi yang masih dipertanyakan, Beberapa kajian menyebutkan, tanpa konektivitas langsung ke kota besar seperti Medan atau Jakarta, arus lalu lintas dan potensi ekonomi jalur ini belum tentu sebanding dengan biaya yang diinvestasikan.

Untuk saat ini, transportasi feri tetap menjadi pilihan utama. Layanan reguler feri menghubungkan Tanjung Balai Karimun dengan Kukup Ferry Terminal di Johor.

Dari Kukup, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan jaringan darat dan bus lokal menuju berbagai kota di Malaysia.

Meski jembatan atau terowongan Karimun – Kukup masih sebatas mimpi, banyak pihak menilai hubungan antarwilayah tetap bisa ditingkatkan lewat perbaikan layanan transportasi laut dan kerja sama ekonomi lintas batas.(*)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Alharis Tetap Pilih Pertahankan Tenaga Honorer
Mandi Balimau

Daerah

Tradisi Balimau Sambut Ramadan di Sumatra Barat 

Daerah

Wako Ahmadi Instruksikan Tindakan Konkrit Bantu Korban Kebakaran

Bangko

Bupati M. Syukur Tekankan Gagasan dan Disiplin untuk Bangun Daerah Saat Buka Musda V KAHMI
KF-21 Boramae

Internasional

Genjot KF-21 Boramae Menuju Jet Tempur Generasi Kelima
Operasi Keselamatan Siginjai 2026

Daerah

Operasi Keselamatan  Siginjai Polda Jambi 2026 Dimulai

Advertorial

Bamus DPRD Kota Sungai Penuh melaksanakan Kunjungan Kerja

Daerah

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru di Jambi dan Sungai Penuh