Eksisjambi.com – Harga emas dunia di prediksi masih akan terus menanjak hingga akhir tahun ini. Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, logam mulia berpotensi menembus level USD 3.600 per troy ounce pada semester II-2025.
Proyeksi tersebut tidak hanya di pengaruhi oleh tren pasar, tetapi juga faktor penawaran dan permintaan global yang semakin ketat. Ketidakpastian ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga kebijakan moneter sejumlah bank sentral besar disebut menjadi pendorong utama penguatan harga emas.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa kenaikan harga emas dunia akan memberi dampak signifikan terhadap pasar domestik. Menurutnya, harga emas batangan di Indonesia berpotensi ikut terkerek tajam.
“Logam mulia di Indonesia bisa mencapai sekitar Rp2.150.000 per gram jika tren ini berlanjut,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (4/9).
Ibrahim menambahkan, kondisi ini sekaligus menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) yang semakin di minati investor di tengah gejolak pasar keuangan global. Ia mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengambil keputusan investasi dan memperhatikan momentum pergerakan harga.
Sementara itu, sejumlah analis internasional juga memperkirakan bahwa permintaan emas fisik, khususnya dari Asia, akan tetap tinggi hingga akhir tahun. Di sisi lain, pasokan yang terbatas dari tambang dan ketatnya distribusi logam mulia semakin memperkuat potensi kenaikan harga.
Dengan tren ini, emas di perkirakan akan terus menjadi primadona di antara instrumen investasi lain sepanjang 2025.(*)







