Home / Artikel / Internasional / Nasional / News

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Sejarah Fotografi Dari Kamera Obscura hingga Daguerreotype

Kamera

Kamera

Eksisjambi.com – Perkembangan fotografi bermula dari dua penemuan mendasar yang mengubah cara manusia melihat dan merekam dunia. Kamera obscura menjadi dasar teknologi pemroyeksian gambar, sedangkan penemuan zat yang berubah ketika terkena cahaya membuka jalan bagi terciptanya foto.

Tidak di temukan bukti tertulis atau artefak yang menunjukkan usaha menangkap gambar dengan bahan sensitif cahaya sebelum abad ke-18 Salah satu karya awal yang masih ada berjudul Pemandangan dari Jendela di Le Gras di buat oleh Nicéphore Niépce sekitar tahun 1826 atau 1827.

Karya ini di yakini sebagai foto tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.

Johann Heinrich Schulze pada tahun 1717 menggunakan campuran kimia sensitif cahaya untuk membentuk gambar huruf pada botol kaca. Eksperimen ini menunjukkan potensi besar teknologi cahaya, namun hasilnya belum dapat di pertahankan secara permanen.

Baca Juga :  Bupati M. Syukur Minta Camat Serius Dalam Memilih Kafilah

Thomas Wedgwood sekitar tahun 1800 mencoba menangkap gambar menggunakan kamera dengan bahan sensitif cahaya dan Ia berhasil menciptakan fotogram detail.

Tetapi belum menemukan cara mempertahankan gambar agar tidak hilang Usahanya bersama ilmuwan Humphry Davy menjadi tonggak penting menuju penciptaan foto tetap.

Pada tahun 1826, Niépce berhasil memperbaiki gambar hasil tangkapan kamera, Proses ini membutuhkan waktu paparan sangat lama, bisa mencapai delapan jam bahkan beberapa hari.Hasil foto masih kasar, namun penemuan ini menjadi awal revolusi visual.

Baca Juga :  Suzuki V-Strom 250 SX Hadir di Jambi, Motor Adventure Sporty Siap Temani Touring dan Aktivitas Harian

Louis Daguerre melanjutkan riset Niépce dan berhasil mengembangkan proses daguerreotype dan Metode ini memperpendek waktu paparan hanya beberapa menit dan menghasilkan gambar jelas serta detail tinggi.

Daguerre mempresentasikan hasilnya di Paris pada 2 Agustus 1839 di hadapan Kamar Teman, di susul publikasi resmi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan dan Akademi Seni Rupa pada 19 Agustus tahun yang sama.

Sebagai penghargaan atas kontribusinya, pemerintah Prancis memberikan anuitas seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niépce.

Saat daguerreotype di perkenalkan ke publik, metode lain berbasis negatif kertas seperti calotype juga mulai berkembang dan menjadi cikal bakal fotografi modern.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bahar bin Smith Diduga Aniaya Anggota Banser

Advertorial

Aslori Ilham : Banjir Kerinci dan Kota Sungai Penuh Tidak Ada Hubungan Dengan Projects PLTA 

Advertorial

Pemkap Tanjab Barat bekerjasama Dengan Petrochina Internasional Mengelar Pelatihan Desain Kemasan Produk UMKM
Kelahiran Sayyidah Fatimah,

Artikel

Ketika Surga Turun ke Bumi: Kelahiran Sayyidah Fatimah.as

Bangko

Mapolres Merangin Berlakukan Pemeriksaan Ketat Pasca Aksi Bom Bunuh Diri

Advertorial

Bupati Romi Hadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2024
Kementerian Komunikasi dan Digital

Daerah

Komdigi Menerbitkan Aturan Baru Soal Registrasi Kartu Selular

Daerah

Wako AJB Sampaikan Pengantar LKPJ 2020