Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Jumat, 31 Oktober 2025 - 11:54 WIB

Kalender Jawa Weton: Warisan Leluhur untuk Menentukan Watak, Jodoh, dan Hari Baik

Kalender Jawa Weton

Kalender Jawa Weton

Jakarta – Kalender Jawa weton merupakan salah satu sistem penanggalan tradisional tertua di Nusantara yang masih di gunakan hingga kini.

Sistem ini memadukan dua siklus hari, yakni saptawara (mingguan) dan pancawara (pasaran), yang masing-masing memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat Jawa.

Weton bukan sekadar penanda waktu lahir seseorang, tetapi juga di percaya sebagai petunjuk untuk mengetahui karakter, kecocokan jodoh, hingga hari baik dalam menjalani kehidupan.

Sistem Penanggalan dalam Weton, Dalam kalender Jawa, weton di tentukan oleh gabungan dua siklus:

1. Saptawara (7 Hari)

  • Minggu
  • Senin
  • Selasa
  • Rabu
  • Kamis
  • Jumat
  • Sabtu

2. Pancawara (5 Pasaran)

  • Legi
  • Pahing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon

Masing-masing hari dan pasaran memiliki nilai numerik yang di sebut neptu, yang berfungsi sebagai dasar perhitungan weton seseorang.

Hari Neptu Pasaran Neptu

  • Minggu 5 Kliwon 8
  • Senin 4 Legi 5
  • Selasa 3 Pahing 9
  • Rabu 7 Pon 7
  • Kamis 8 Wage 4
  • Jumat 6 — —
  • Sabtu 9 — —
Baca Juga :  Pesugihan Keblek: Mitos Kelelawar Jadi-jadian dalam Cerita Rakyat Jawa

Cara Menghitung Weton, Untuk mengetahui weton seseorang, nilai neptu dari hari dan pasaran kelahiran di jumlahkan.

Contoh perhitungan:

  • Jika seseorang lahir pada Rabu Pon, maka: 7 (Rabu) + 7 (Pon) = 14
  • Jika lahir pada Kamis Kliwon, maka: 8 (Kamis) + 8 (Kliwon) = 16

Hasil dari penjumlahan ini di kenal sebagai neptu weton, yang menjadi dasar dalam menentukan berbagai hal dalam tradisi Jawa.

Weton memiliki peranan penting dalam budaya Jawa. Meski zaman telah modern, banyak masyarakat yang masih berpegang pada nilai-nilai ini dalam menentukan langkah hidup.

1. Mengetahui Watak dan Karakter, Nilai neptu weton di percaya dapat mencerminkan sifat dasar seseorang. Misalnya, seseorang dengan neptu tinggi di yakini memiliki watak kuat, ambisius, dan dominan, sedangkan neptu rendah di anggap lebih tenang dan penyabar.

2. Menghitung Kecocokan Jodoh, Dalam adat Jawa, sebelum menikah, kedua calon pengantin biasanya di hitung neptu wetonnya untuk menilai kecocokan. Bila hasilnya di anggap “serasi”, maka hubungan di percaya akan harmonis.

Baca Juga :  Teknik Sosrobahu Solusi Jalan Layang Tanpa Tutup Jalan

3. Menentukan Hari Baik, Weton juga di gunakan untuk menentukan waktu terbaik melakukan berbagai kegiatan penting, seperti pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, hingga bepergian jauh.

4. Mengetahui Nasib dan Keberuntungan, Sebagian masyarakat percaya bahwa perhitungan weton dapat memberikan petunjuk mengenai nasib, rezeki, serta arah hidup seseorang.

Walau kini teknologi telah memudahkan manusia dalam banyak hal, keyakinan terhadap weton tetap hidup di kalangan masyarakat Jawa. Banyak aplikasi dan situs daring yang menyediakan kalkulator weton untuk membantu generasi muda memahami tradisi leluhur mereka.

Kalender Jawa weton bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga cerminan kebijaksanaan lokal yang memadukan antara spiritualitas, perhitungan waktu, dan filosofi hidup.(*)

Share :

Baca Juga

TAYOTA CAROLLA CROSS

Artikel

Toyota Corolla Cross 2025 Tangguh, Efisien dan Ramah

Advertorial

Gubernur Jambi Al Haris Rapat Bahas Jalan Khusus Batubara dengan Menteri Perhubungan
Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh menerima kunjungan PUPR Pusat

Daerah

Perumda Tirta Khayangan Sungai Penuh Terima Kunjungan PUPR Pusat

Daerah

Roket Astros TNI Perkuat Daya Gempur Artileri Medan Indonesia

Bangko

Dandim 0420/Sarko Sampaikan Amanat Pangdam XX/TIB

Advertorial

Beredar Vedio…Gubernur Al Haris Bagikan Momen Saat Berada di IKN

Bangko

Wartawan Merangin Adu Kreasi Pada Lomba Menulis Berita Langsung Pada HUT Bhayangkara ke- 78

Daerah

Anak Perempuan Ditemukan di Dekat TK Bhayangkari Sungai Penuh