Jambi,http://Eksisjambi.com – Isu mengenai kemungkinan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh bergabung ke Provinsi Sumatera Barat kembali menjadi perbincangan di media sosial. Berbagai komentar dari warganet, khususnya yang mengaku berasal dari Sumatera Barat, bermunculan dan menyampaikan beragam tanggapan terhadap isu tersebut.
Sejumlah komentar yang beredar di media sosial di dominasi ungkapan persaudaraan dan harapan agar Kerinci serta kota Sungai Penuh dapat kembali menjadi bagian dari Sumatera Barat.
Namun demikian, hingga saat ini isu tersebut masih sebatas perbincangan publik dan belum ada keputusan maupun kebijakan resmi dari pemerintah.
Salah satu akun media sosial bernama Mindra Hidayat menuliskan bahwa masyarakat Sumatera Barat merindukan masyarakat Kerinci.
“Kami sebagai masyarakat Sumbar merindukan saudara kami yang di Kerinci. Kembalilah, kami sambut dengan kebahagiaan dan kehangatan,” tulisnya.
Komentar senada juga di sampaikan akun Irwan Daud.
“Kami masyarakat Sumbar siap menerima saudara kami Kerinci/Sungai Penuh bergabung kembali,” tulisnya.
Sementara itu, akun Nurlialis Chaniago mengungkapkan rasa senang apabila wacana tersebut benar-benar terwujud.
“Terima kasih atas inisiatif bapak untuk melepaskannya. Kami orang Sumbar bersenang hati menerimanya,” tulisnya.
Adapun akun Suswati SP turut menyampaikan pesan bernuansa kekeluargaan.
“Kembalilah ke pangkuan Sumbar saudara-saudaraku. Pintu terbuka lebar. Kita masih bersaudara. Anggap saja selama ini merantau, sejauh-jauhnya merantau pasti pulang kampung,” tulisnya.
Ramainya komentar tersebut menunjukkan bahwa isu perpindahan wilayah administratif Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih menjadi topik yang menarik perhatian masyarakat di media sosial.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, maupun pemerintah pusat terkait rencana atau proses penggabungan kedua daerah tersebut ke Provinsi Sumatera Barat. Dengan demikian, isu tersebut masih sebatas wacana yang berkembang di ruang publik dan media sosial.(*)







