SUNGAI PENUH, http://Eksisjambi.com – Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh menerima kunjungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pusat, Kamis (5/2/2026). Kunjungan tersebut di lakukan dalam rangka peninjauan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) serta melihat langsung lokasi titik perencanaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Unit Pelayanan Rawang.
Kegiatan peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan kesiapan infrastruktur air minum di daerah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Sungai Penuh.
Rombongan PUPR Pusat di sambut langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh, Edy Alfarisi, ST, yang didampingi Kepala Bagian Air Minum M.K. Fu’adi, SST, serta Kepala Unit Rawang Candra Usmana, A.Md.
Dalam peninjauan tersebut, tim melihat kondisi eksisting SPAM yang ada serta meninjau lokasi rencana pembangunan IPA yang di rencanakan akan menjadi salah satu solusi strategis dalam menambah kapasitas layanan air bersih, khususnya bagi pelanggan di wilayah Rawang dan sekitarnya.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Khayangan, Edy Alfarisi, ST, menyampaikan bahwa kunjungan dan peninjauan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Dengan adanya peninjauan langsung dari PUPR Pusat ini, kami berharap perencanaan pembangunan IPA dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan standar teknis. Ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan air minum serta mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang memadai,” ujar Edy.
Ia menambahkan, Perumda Air Minum Tirta Khayangan siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah demi percepatan pembangunan infrastruktur air minum yang berkelanjutan di Kota Sungai Penuh.
Kunjungan ini di harapkan menjadi langkah awal yang positif dalam merealisasikan pembangunan IPA di Unit Pelayanan Rawang, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dalam memperoleh akses air bersih yang aman dan layak.**







