KERINCI, http://Eksisjambi.com Aktivitas vulkanik Gunung Kerinci menunjukkan peningkatan signifikan sejak Sabtu (3/1/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat lonjakan tajam gempa vulkanik sejak pukul 11.33 WIB hingga sore hari, yang memicu kewaspadaan otoritas dan masyarakat di sekitar gunung tertinggi di Sumatra tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan seismik, ratusan kejadian gempa terekam dalam rentang waktu tersebut. Gempa di dominasi oleh gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam, yang mengindikasikan adanya aktivitas pergerakan fluida magma dan gas di dalam tubuh gunung.
Menariknya, satu kejadian gempa di laporkan sempat di rasakan oleh masyarakat sekitar dengan intensitas mencapai skala II MMI. Getaran terasa ringan, seperti adanya truk besar yang melintas, namun tidak menimbulkan kerusakan.
Meski demikian, secara visual kondisi kawah Gunung Kerinci masih terpantau normal. Tidak teramati adanya hembusan asap tebal, lontaran material, maupun perubahan warna signifikan di sekitar kawah. Namun PVMBG menegaskan bahwa data visual tidak selalu mencerminkan kondisi aktivitas di dalam gunung.
“Peningkatan kegempaan ini mengindikasikan dinamika magma dan gas di bawah permukaan. Oleh karena itu, masyarakat di minta untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi resmi,” tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Kerinci masih berada pada Level II (Waspada). Meski belum di naikkan, PVMBG mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat, pendaki, serta wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.
Selain itu, seluruh aktivitas pendakian Gunung Kerinci di minta untuk di hentikan sementara hingga kondisi di nyatakan aman. Langkah ini di lakukan sebagai bentuk mitigasi dini guna menghindari potensi bahaya yang tidak di inginkan.
PVMBG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam, baik melalui pengamatan visual, kegempaan, maupun data deformasi dan gas gunung api.
Masyarakat di sekitar Gunung Kerinci di imbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat di pertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
“Kesadaran dan kepatuhan masyarakat sangat penting dalam menghadapi kondisi gunung api aktif. Jangan abaikan peringatan resmi,” demikian imbauan PVMBG.**







