JENEWA, http://Eksisjambi.com – Indonesia kembali mendapat sorotan dunia internasional setelah Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro, resmi di percaya memimpin Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Human Rights Council/UNHRC).
Penunjukan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam percaturan global, khususnya dalam isu perlindungan hak asasi manusia, perdamaian, dan keadilan internasional. Kepemimpinan ini juga menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia terhadap peran diplomasi Indonesia.
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Dubes Sidharto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjunjung tinggi dialog terbuka, kerja sama multilateral, serta penghormatan terhadap nilai-nilai universal hak asasi manusia. Indonesia, kata dia, akan mendorong pendekatan inklusif dan konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan HAM global.
“Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB akan berlandaskan pada dialog, saling menghormati, dan kerja sama untuk mencari solusi bersama,” ujar Sidharto dalam forum tersebut.
Pemerintah Indonesia menilai kepercayaan internasional ini sebagai hasil dari konsistensi diplomasi aktif dan bebas aktif yang selama ini di jalankan. Indonesia di nilai mampu menjadi jembatan dialog di tengah dinamika geopolitik dan perbedaan kepentingan antarnegara.
Capaian ini sekaligus menjadi kebanggaan nasional, menandakan bahwa Merah Putih hadir dan berkontribusi nyata dalam pembentukan tata dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban. Indonesia juga dipandang siap mengambil peran yang lebih besar dalam mendorong agenda perlindungan HAM serta perdamaian dunia.
Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB di harapkan dapat membawa perspektif negara berkembang, memperkuat suara Global South, serta memastikan bahwa isu HAM di bahas secara objektif, seimbang, dan berorientasi pada solusi.**







