http://Eksisjambi.com– Pariwisata desa kini tidak lagi di pandang sebatas tujuan liburan, melainkan sebagai ruang tumbuh yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus merawat nilai-nilai budaya masyarakat
Hal inilah yang tercermin dalam penyelenggaraan Lomba Desa Wisata Nusantara, ajang yang menampilkan praktik-praktik terbaik pengelolaan desa wisata berbasis kemandirian dan partisipasi warga.
Melalui lomba ini, berbagai desa dari penjuru Indonesia menunjukkan inovasi dalam mengelola potensi wisata yang di miliki. Mulai dari pemanfaatan lahan non-produktif menjadi kawasan wisata bernilai ekonomi,
pengembangan ekowisata berbasis pelestarian alam, hingga pengelolaan pariwisata yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai pelaku utama.
Tidak hanya menghadirkan destinasi yang menarik, desa-desa peserta juga membuktikan bahwa pariwisata berbasis masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja,
meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan dan budaya lokal. Konsep gotong royong, kearifan lokal, dan keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan yang di lakukan.
Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 pun menjadi wadah pembelajaran bersama, di mana praktik baik antar desa dapat saling di bagikan dan di replikasi.
Ajang ini di harapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak desa mandiri yang tidak bergantung sepenuhnya pada sektor tradisional, namun mampu memanfaatkan pariwisata sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.
Inilah desa-desa inspiratif yang membuktikan bahwa pariwisata tidak harus merusak alam atau menggerus budaya. Justru sebaliknya, dengan pengelolaan yang tepat, pariwisata dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang.**







